Al-Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan

Alangkah sedikitnya ilmu yang miliki dan alangkah beratnya zaman yang akan dihadapi kita dan anak-anak kita nanti. Dalam masa-masa yang berat itu kita tidak selamanya bisa mendampingi mereka. Bisa karena jauhnya jarak yang memisahkan antara kita dan mereka, atau bisa juga karena kemampuan kita yang semakin melemah seiring perjalanan waktu. Atau bisa juga anak-anak kita yang ingin mandiri dan tidak membutuhkan kita lagi. Maka dalam situasi dan kondisi yang sulit itu, biarlah Al-Qur’an yang menjadi penjaga mereka. Biarlah Al-Qur’an yang akan menjadi penerang hati mereka dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Syekh Abul Hasan Al-Mubarakfuri pernah menyatakan bahwa hati yang di dalamnya tidak terdapat Al-Qur’an menjadi hancur, itu karena hidupnya hati dengan iman dan bacaan Al-Qur’an. Keindahan batin dengan i’tikad yang benar dan tafakkur tentang nikmat Allah. Maka tanpa hal itu, hati kita menjadi hancur dan kosong melompong. Hati hancur lebur, karena kehilangan ruhnya. Cerdas otaknya menjadi sia-sia saat di hatinya…

Navigate