admin

15 Posts Back Home

Membersihkan Diri Dengan Berbagi – Khutbah Ramadhan

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ،  أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ أُوْصِيْكُمْ وإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تعالى فىِ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Hadirin Jaamaah Jum’ah Yang Berbahagia Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah atas beragam limpahan nikmat dan karunia, terutama karunia Iman dan Islam serta kesempatan berjumpa dengan Bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah beserta para sahabat dan keluarganya sekalian Dalam khutbah jumat ini, marilah kita merenungi perintah Allah dalam Al Quran yang menekankan kepada kita tentang anjuran dan manfaat berbagi dengan sesama. Allah Ta’ala berfirman: خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ Artinya: Ambillah zakat…

Sebab Sejahtera Bukan Hanya Milik Orang Kaya – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarul Faruq Abubakar, Lc., M.HI مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَىۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡ‌ۚ “Apa saja harta rampasan [fai-i] yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu” QS. Al Hasyr: 7 Fai’ adalah harta yang diperoleh karena ditinggalkan begitu saja oleh musuh tanpa melalui perang dan mengerahkan pasukan. Persis seperti harta Bani Nadhir yang mereka tinggalkan begitu saja setelah dikepung 6 hari, tanpa ada perlawanan. Berbeda dengan pengelolaan harta zakat dan ghanimah yang sudah ada peruntukannya masing-masing dalam Al Quran, penguasaan dan kebijakan pengelolaan Fai’ diberikan sepenuhnya kepada Rasulullah. Pada saat itu, Rasul Saw mengambil kebijakan membagikan harta fai kepada…

Kabar Dari Langit – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ “(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang” QS. Yaassin: 5. Inilah Al Quran, rangkaian kata yang langsung turun dari langit, tertulis nyata di lembaran yang terjaga. Lembaran-lembaran suci yang hanya bisa disentuh oleh malaikat-malaikat yang suci. Diturunkan sebagai wahyu dari Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, disampaikan oleh penghulu malaikat yang kuat dan terpercaya, kepada Sang Nabi mulia dan terpuji di seluruh penjuru alam semesta. Inilah Al Quran, wujud kasih sayang Allah Ta’ala yang Maha Perkasa kepada manusia-manusia yang lemah dan terdaya. Ia hadir agar makhluk-makhluk yang lemah itu menjadi kuat dengan mengamalkan pesan-pesan suci yang ada. Ajaib, makhluk yang tak berdaya itu diberi kekuatan untuk membaca dan memahami kata-kata yang perkasa, padahal sesungguhnya ia sangat berat sampai mampu menghancurkan gunung berkeping-keping. Sangat beruntung, hati orang-orang beriman diberi kemampuan untuk menghimpunnya, menyimpannya, lalu memikulnya kemana-mana.…

Berlomba Menuju Surga – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah berlomba-lomba untuk memperolehnya. (QS. Al Mu’minun: 61) Kalau pernah ada perasaan, “Saya harus lebih baik dari dia” maka inilah saatnya. Berusaha perfeksionis, selalu nomor satu, lebih dari orang lain, itu terpuji kalau dalam akhirat. Pintar-pintarlah pilih “lawan standar” yang akan kita “kalahkan” dalam ibadah selama Bulan Ramadhan. Lawan tanding dalam ibadah artinya teman sejati dalam ketaatan. Seperti Umar bin Khathab yang memilih Abu Bakar sebagai lawan tandingnya dalam beribadah. Dalam berbagai keadaan, Umar selalu ingin mengalahkan Abu Bakar. Ketika mendengar Rasulullah memuji Abdullah bin Mas’ud, “Siapa yang membaca Al Quran dengan enak dan renyah seperti diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud,” Umar bin Khathab segera menemui Abdullah bin Mas’ud untuk memberitahu kabar gembira itu. Abdullah berterimakasih kepada Umar atas kabar itu, terlihat biasa dan tidak terlalu…

Kisah Para Pengkhianat – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ “Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang memiliki mata hati” QS. Al Hasyr: 02 Apa yang terjadi pada Yahudi Bani Nadhir seharusnya dapat menjadi pelajaran sepanjang masa tentang akhir dari sebuah pengkhianatan. Sejak awal datang ke Madinah, Rasulullah telah membuat kesepakatan damai dengan orang-orang Yahudi. Dalam butir kesepakatan itu, tercantum jaminan Rasulullah terhadap hak Kaum Yahudi dalam menjalani kehidupan pribadi mereka, memberi kebebasan ibadah, dan menjaga harta benda mereka. Namun, orang-orang Yahudi ini menyimpan kedengkian, kebencian, dan permusuhan terhadap Rasulullah. Mereka menyulut api permusuhan dan fitnah di kalangan kaum muslimin. Puncaknya adalah tahun 4 Hijriyah, ketika orang-orang Yahudi Bani Nadhir mencoba membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar, tepat di atas kepala Rasulullah saat berada di tempat mereka. Beruntung Malaikat Jibril datang dan memberi tahu rencana busuk tersebut, sehingga Rasulullah dapat menghindari rencana pembunuhan itu. Rasulullah segera ke…

Pilihan Saat Konflik – Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝١ Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” QS. Al Anfal: 1 Perbedaan pandangan dan selisih pemikiran hampir tidak bisa dihindari dalam hidup. Dari yang paling kecil sampai besar. Keilmuan, kedewasaan, dan etika seseorang benar-benar diuji saat perbedaan dan perselisihan itu datang, lebih-lebih ketika menyangkut kepentingan personal, keuntungan finansial, atau pengaruh sosial. Di zaman Rasul, persoalan harta rampasan perang pernah menjadi penyebab dan pemicu konflik kepentingan. Saat setiap orang merasa bahwa dialah yang paling berjasa, dia yang paling berjuang, dia yang sudah mengeluarkan banyak modal dan tenaga,…

Cemas Menanti Akhir – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ “Dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya” QS. Al Mu’minuun: 60. Kok bisa kita begitu yakin bahwa hidup kita bisa berakhir husnul khotimah? Kalau bukan karena rahmat Allah, karunia akhir yang baik itu tidak bisa kita dapatkan. Dengan segala amal yang pernah kita lakukan, apakah itu sudah cukup memancing turunnya rahmat Allah? Apakah bisa dipastikan sedikit amal itu diterima oleh Allah? Antara harap takut, itulah kondisi hati yang perlu kita hadirkan setiap waktu. Rasa takut adalah pendorong yang kuat untuk beramal. Itulah salah satu sifat orang beriman yang disebutkan dalam Surat Al Mu’minun. Mereka sudah melakukan banyak kebaikan, tetap dalam hati mereka tetap ada rasa takut, jangan-jangan amal mereka tidak diterima. Atau kalau pun…

Jalan Pintas Kebaikan – Tadabur Ramadhan

Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ Siapa yang datang membawa kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang datang membawa keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan). QS. Al An’am160: Alangkah beruntungnya orang yang di hari kiamat datang membawa kebaikan, sehingga timbangan amalnya berat ke kanan, dan akhirnya ia pun mendapat kehidupan yang memuaskan. Itu karena jalan-jalan kebaikan sungguh sangat banyak. Ada beberapa shortcut atau jalan pintas yang bisa kita lakukan untuk meraihnya. Kalau kita tahu, kita bisa melipatgandakan satu kebaikan sederhana. Baik Sejak Dalam Pikiran Kebaikan itu telah membawa keberkahan bagi pelakunya, bahkan ketika masih berada dalam pikiran. Apalagi ketika terwujud dalam kenyataan. Ketika ada orang yang berbagi dengan banyak orang, lalu hati kita berbisik, “kereen, saya ingin seperti itu juga,” maka…

Hadits ke-4: Tahapan Penciptaan Manusia

Simak juga kajiannya melalui YouTube Rumah Quran Tahapan Penciptaan Manusia 🍏 Hadits yang agung, menjelaskan kondisi manusia dari awal penciptaannya, hingga kondisinya di akhirat. 🍏 Tahapan perkembangan janin ✨Selama seratus dua puluh hari janin mengalami tiga kali perkembangan. ▪︎40 hari pertama => Nutfah ▪︎40 hari kedua => علقة segumpal darah ▪︎40 hari => segumpal daging. ▪︎Setelah 120 hari, malaikat meniupkan ruh kedalamnya. Dalam QS. Al Mu’minun: 12-14, manusia Diciptakan melalui tujuh tahapan: 1) Manusia diciptakan dari saripati tanah 2) kemudian dijadikan air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh 3) dijadikan segumpal darah 4) dijadikan segumpal daging 5) dijadikan tulang belulang 6) tulang belulang di bungkus dengan daging 7) dijadikan dia makhluk yang lain 🍏 Peniupan Ruh Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup 🍏 Larangan Aborsi Para ulama sepakat bahwa aborsi setelah rub ditiupkan ke dalam janin adalah haram Tanya Jawab 1. Q: Apa hukum KB? A: Boleh, jika…

Menata Keshalehan Pribadi dan Sosial – Khutbah Idul Adha 1444 H

Oleh: Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI. Hadirin Jamaah Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.. Rasa syukur tak putus-putusnya kita haturkan kepada Allah yang mempertemukan kita dengan hari-hari yang paling utama sepanjang tahun ini. Hari-hari yang penuh karunia dimana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahala dan balasannya dibandingkan hari-hari lainnya. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah Saw. menegaskan bahwa tidak ada suatu hari pun amal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada harihari ini, yaitu 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Sekalipun jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab “Sekalipun jihad di jalan Allah, tidak bisa mengungguli pahala amal di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ini. Kecuali ada seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya kemudian tidak kembali sedikit pun darinya.” Puncaknya adalah hari ini, tanggal 10 Dzulhijjah, saat kita merayakan Idul Adha dengan amalan terbaiknya menyembelih hewan qurban, sebagai bentuk ketundukan kita melaksanakan perintah Allah Swt. Tidak akan sampai daging…

Komitmen Kata-Kata : Tadabbur Surat Ash Shaff Ayat 2

Oleh: @umarulfaruq.abubakar Gegap gempita kemenangan Perang Badar membuat sebagian mereka yang tidak ikut berkata, “Kalau nanti ada perang berikutnya, kami benar-benar akan ikut berjuang dengan gagah berani” Tapi yang terjadi ketika meletus Perang Uhud pada tahun berikutnya? Ternyata mereka melarikan diri, bahkan tidak ikut perang sama sekali. Maka turunlah ayat ini sebagai celaan kepada mereka yang hanya mampu bermulut manis, tapi kosong dari tindakan nyata. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Ayat ini secara khusus sebetulnya, seperti kata Imam Ash Shawi dalam Hasyiah Tafsir Jalalain, membahas tentang janji yang tidak ditepati dan sumpah palsu. Namun secara umum, seperti kata Syekh As Sa’di, bermakna: لم تقولون الخير وتحثون عليه، وربما تمدحتم به وأنتم لا تفعلونه، وتنهون عن الشر وربما نزهتم أنفسكم عنه، وأنتم متلوثون به ومتصفون به Mengapa kalian menganjurkan kebaikan bahkan memuji-mujinya, padahal kalian tidak melakukannya.…

Bertasbih Bersama Semesta : Tadabbur Surat Ash Shaff Ayat 1

Oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc. M.HI Tak hanya membersihkan fisik dari penyakit, rasanya kita perlu juga membersihkan hati dari dosa. Seperti penyakit yang berbahaya yang menggerogoti tubuh, dosa menjadi virus berbahaya yang menggerogoti hati. Membawa bau busuk dan akhirnya merusak mental sekaligus fisik, merusak jiwa sekaligus raga, secara individu maupun masyarakat dan lingkungan. Tentang efek dosa dan maksiat ini, Ibnul Qayyim membahas panjang lebar tentang hal ini dalam kitab beliau Ad Daa’ wa Ad Dawaa’ Repotnya, efek dosa ini tidak akan berhenti, terus menerus, dan sambung menyambung, melahirkan serial dosa berikutnya. Yang bisa memutus rangkaian paralel dosa ini hanyalah taubat. Selama belum bertaubat, seseorang akan bergelimang dalam dosa, hingga akhirnya celaka akibat dosanya sendiri. Sulitnya, rangsangan untuk berbuat dosa dapat hadir setiap detik dalam hidup. Kadang hanya melalui lintasan pikiran sesaat, bisikan hati yang melintas, gambar atau pemandangan tertentu, suara, atau bahkan bau dan aroma, mampu mengingatkan tentang banyak…

Bagaimanakah keadaan orang yang membaca Alquran dan berniat untuk menghafalnya, tetapi meninggal sebelum dia mampu menyelesaikannya?

Belajar Al Qur’an di Alam Kubur Berikut ini adalah Hadits tentang proses tahfiz yang terus berlangsung di alam kubur seperti yang disampaikan Syekh Ishom dalam ceramah beliau: ومن قرأ القرآن ونوى حفظه ثم مات قبل ذلك ورد في شأنه حديث متكلم في سنده، وهو ما جاء في الترغيب في فضائل الأعمال وثواب ذلك لابن شاهين: من قرأ القرآن ثم مات قبل أن يستظهره، أتاه ملك فعلمه في قبره فيلقى الله وقد استظهره. وفي الحبائك في أخبار الملائك للسيوطي: وأخرج أبو الحسين بن بشران في الجزء الأول من فوائده وابن النجار في تاريخه عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من قرأ القرآن ثم مات قبل أن يستظهره أتاه ملك فعلمه في قبره فلقى الله تعالى وقد استظهره. Bagaimanakah keadaan orang yang membaca Alquran dan berniat untuk menghafalnya, tetapi meninggal sebelum dia mampu menyelesaikannya? Dalam kitab At-Targhib fi Fadhâ’ilil A’mâl wa Tsawabi Dzâlika karya Ibnu Syâhin…

Hadits ke 3 – Rukun Islam dan Faktor fundamental lainnya

Simak juga Kajian bersama Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI  melalui YouTube : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “ Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sabda : “Islam dibangun atas 5 dasar : (1) Bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, (2) Mendirikan shalat, (3) Mengeluarkan zakat, (4) Mengerjakan haji ke Baitullah, dan (5) Puasa pada bulan Ramadhan.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim Kandungan Hadits 🍏 Bangunan Islam Rasulullah saw, mengilustrasikan islam dengan sebuah bangunan yang rapi. Tegak di atas fondasi-fondasi yang kokoh; 1️⃣ Dua kalimat Syahadat Kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah 2️⃣ Menegakkan Shalat…

Hadits ke 2 Arbain – Islam, Iman dan Ihsan

Resume Kajian Hadits Arba’in Pertemuan ke-2 dapat disimak melalui Kajian Hadits Arbain ke 2 عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ، إَذْ طَلَعَ عَلَيْناَ رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إلَى النَّبِيِّ ﷺ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ! فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً» قَالَ: صَدَقْتَ. فَعجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرِنِي عَنِ الإِيْمَانِ! قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاِئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَومِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ» قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِحْسَانِ! قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ» قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ! قَالَ: «مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ» قَالَ: فَأخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِها!…

Navigate