admin

15 Posts Back Home

Al-Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan

Alangkah sedikitnya ilmu yang miliki dan alangkah beratnya zaman yang akan dihadapi kita dan anak-anak kita nanti. Dalam masa-masa yang berat itu kita tidak selamanya bisa mendampingi mereka. Bisa karena jauhnya jarak yang memisahkan antara kita dan mereka, atau bisa juga karena kemampuan kita yang semakin melemah seiring perjalanan waktu. Atau bisa juga anak-anak kita yang ingin mandiri dan tidak membutuhkan kita lagi. Maka dalam situasi dan kondisi yang sulit itu, biarlah Al-Qur’an yang menjadi penjaga mereka. Biarlah Al-Qur’an yang akan menjadi penerang hati mereka dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Syekh Abul Hasan Al-Mubarakfuri pernah menyatakan bahwa hati yang di dalamnya tidak terdapat Al-Qur’an menjadi hancur, itu karena hidupnya hati dengan iman dan bacaan Al-Qur’an. Keindahan batin dengan i’tikad yang benar dan tafakkur tentang nikmat Allah. Maka tanpa hal itu, hati kita menjadi hancur dan kosong melompong. Hati hancur lebur, karena kehilangan ruhnya. Cerdas otaknya menjadi sia-sia saat di hatinya…

Pelajaran Berharga dari Lebah

Kita tahu, lebah adalah salah satu serangga yang sangat hebat dan menakjubkan.  Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari. Belajar dari Lebah Ada banyak hal-hal yang luar biasa saat kita mempelajari lebih jauh tentang hewan ini. Lebah memiliki alat komunikasi yang sangat unik dan sulit dipercaya. Komunikasi unik ini terjadi setelah lebah menemukan sumber makanan, lebah madu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut…

Keutamaan Penghafal Al Quran

Biarlah Anak-anak Kita Meraih Keutamaannya Ayah Bunda yang Budiman… Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi banyak memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Dan tentunya orang yang paling diuntungkan dengan hadits-hadits ini adalah para penghafal Al-Qur’an. Sebab mereka tidak hanya membacanya, tapi juga berusaha menghafalnya. Tidak hanya membacanya sekali, tapi melakukanya dengan berkali-kali. Maka betapa bahagianya kita bila kita berusaha menghafal kitab suci yang mulia ini dan mendorong anak anak kita untuk menghafalnya. Diantara keutamaan-keutamaannya yang bisa diperoleh oleh anak anak kita saat mereka mampu menghafal Al-Qur’an: 1. Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu Umamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim) 2. Mendapatkan predikat insan terbaik. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) 3. Mendapatkan pahala akan…

Biarlah Al Quran Yang Membimbing Anak Kita

Biarkanlah Al-Qur’an Yang Membimbingnya Ayah Bunda… Alangkah sedikitnya ilmu yang miliki dan alangkah beratnya zaman akan dihadapi anak-anak kita nanti. Dalam masa-masa yang berat itu kita tidak selamanya bisa mendampingi mereka. Bisa karena jauhnya jarak yang memisahkan antara kita dan mereka, atau bisa juga karena kemampuan kita yang semakin melemah seiring perjalanan waktu. Atau bisa juga anak-anak kita yang ingin mandiri dan tidak membutuhkan kita lagi. Maka dalam situasi dan kondisi yang sulit itu, biarlah Al-Qur’an yang menjadi penjaga mereka. Biarlah Al-Qur’an yang akan menjadi penerang hati mereka dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Syekh Abul Hasan Al-Mubarakfuri pernah menyatakan bahwa hati yang di dalamnya tidak terdapat Al-Qur’an menjadi hancur, itu karena hidupnya hati dengan iman dan bacaan Al-Qur’an. Keindahan batin dengan i’tikad yang benar dan tafakkur tentang nikmat Allah. Maka tanpa hal itu, hati kita menjadi hancur dan kosong melompong. Hati hancur lebur, karena kehilangan ruhnya. Cerdas otaknya menjadi sia-sia…

Kebersamaan Yang Tak Lama

Nasehat Ust Mohammad Fauzil Adhim ini terasa benar-benar menyentuh di hati saya: Kebersamaan yang Tak Lama Ayah Bunda… Sungguh anak-anak kita tak selamanya kecil. Pada saatnya mereka akan tumbuh dewasa, mandiri, dan berkeluarga. Kalau mereka sudah menikah, tak ada lagi kesempatan bagi kita untuk meniupkan balon, bermain petak umpet, membacakan buku cerita, atau mewarnai bersama. Betapapun inginnya kita, tidak mungkin lagi kita menyuapi mereka seraya bercanda dan memuji gambar bikinannya. Anak-anak kita tak selamanya kecil… Anak-anak kita yang kemarin merengek minta perhatian kita itu, sekarang mungkin sudah sibuk memenuhi jadwal kegiatannya yang sangat padat. Anak-anak yang kemarin menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita, hari ini mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka sendiri. Sungguh, kehidupan kita dan anak-anak seperti pusaran nasib yang sedang dipergilirkan. Saat anak kita lahir, mereka sepenuhnya bergantung kepada kita. Mereka…

Berbakti Kepada Anak

Dari sekian juta manusia di dunia ini, kita yang dipilih oleh Allah untuk menerima amanah ini, sekaligus memberi kita kesempatan untuk mengukir kehidupannya. Imam Al-Ghazali pernah berkata, “Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka ia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya” “Namun apabila ia dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan seperti hewan, pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit ke leher orang yang seharusnya bertanggungjawab atasnya dan menjadi walinya. Bukankah Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya. Kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani” Akan kita bawa kemana anak-anak kita? Mereka terlahir dalam keadaan tidak tahu apa…

Mahkota Kemuliaan

Ayah Bunda… Pernahkah sekali kita membayangkan hari itu? Hari di tengah kerumunan manusia di padang mahsyar dan tiba-tiba diberikan kemuliaan oleh Allah Swt. di hadapan seluruh makhluk. Allahu Akbar…! Ya…Saat itu mahkota kehormatan itu akhirnya jadi milik kita… Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! Hari itu sangat mendebarkan, membanggakan, sekaligus membahagiakan. Yaitu saat nama kita dipanggil di hari kiamat di hadapan seluruh umat manusia sejak Nabi Adam sampai manusia terakhir yang hidup di dunia. Nama kita disebut dengan penuh penghormatan dan kemuliaan, kita dipakaian pakaian dan mahkota kehormatan yang terang benderang, cahayanya mengalahkan cahaya matahari. Kita terkejut dan terheran-heran mendapatkan karunia yang luar biasa ini. Apa gerangan amal ibadah yang telah aku lakukan sampai bisa mendapatkan penghargaan yang hebat dan prestisius ini…? Ternyata kita bisa mendapatkan penghargaan disebabkan oleh prestasi kita mengantar anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Inilah sesungguhnya prestasi yang seharusnya menjadi obsesi tertinggi setiap orang tua. Dalam masa kebersamaan yang tidak…

Otak Anak Kita Yang Luar Biasa

Lebah adalah salah satu makhluk Allah yang hebat dan luar biasa. Ilham dari Allah yang Dia berikan kepada lebah membuatnya mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Sama seperti kita, lebah juga memiliki otak untuk mengolah informasi yang masuk. Otak adalah kita adalah salah satu ciptaan yang luar biasa, dan menjadi mesin kehidupan yang bekerja dengan mengagumkan. Secara umum, semua serangga, ikan dan hewan, memiliki jenis sel otak yang persis sama dengan yang kita miliki. fungsi, struktur, dan kekuatan sel otak semuanya serupa. Hanya saja binatang ini memiliki jumlah sel otak yang lebih sedikit dan memiliki reaksi kimia tubuh yang sedikit berbeda. Tahukah Anda sahabatku, untuk melakukan hal-hal yang hebat itu, secara fisik berapakah sel otak yang dimiliki oleh lebah? Ternyata lebah memiliki kurang dari satu juta sel otak..! Otak Anak Kita Yang Ajaib Asian Muslim children respect in Islam hijab are reading al Quran at a mosque in an Islamic…

Menikmati Tahajjud

عن عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ، وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كَتَبَ مِنَ القَانِتِيْنَ وَمَنْ قَامَ بِألْفِ آيَةٍ كَتَبَ مِنَ الْمُقَنْطِرِيْنَ. رواه أبو داود Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra. Ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa bangun malam membaca sepuluh ayat, maka ia tidak dicatat sebagai golongan orang-orang yang lalai. Dan barangsiapa bangun malam membaca seratus ayat, maka ia dicatat sebagai golongan orang-orang yang patuh. Dan barangsiapa membaca seribu ayat, maka ia dicatat sebagai golongan orang-orang berharta banyak.” (H.r. Abu Dawud dan HR Ibnu Khuzaimah) Salah satu cara untuk Khatam Al Quran terbaik adalah melalui shalat tahajjud. Dalam hadits ini Rasulullah memberikan gambaran mengenai kategori orang yang bangun di tengah malam. Ada orang yang dikategorikan sebagai bukan orang yang lalai, yaitu bilamana di tengah malam ia membaca sekurangnya…

Bahagia Dengan Shalat Khusyu

Berapapun hafalan yang kita miliki, maka bacalah ia di dalam shalat. Dengan demikian hafalan kita akan menjadi lebih lancar dan bervariasi. Dengan memvariasikan bacaan ini orang akan selalu merasakan susana baru. Dia akan selalu berpindah kepada kandungan berbagai ayat dan dzikir. Hal ini tentu tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang hafal doa-doa dan ayat-ayat tertentu saja. Memvariasikan bacaan, baik ayat maupun doa termasuk sunnah Rasulullah Saw. dan juga akan bisa menyempurnakan kekhusyu’an. shalat khusyu karya umarulfaruq abubakar Syekh Shalih Al-Munajjid menyatakan bahwa dalam membaca surat Rasulullah Saw. melakukan banyak variasi. Sebagai contoh dalam shalat shubuh kita temukan banyak riwayat yang menyatakan bahwa beliau membaca berbagai surat, seperti surat-surat Al-Mufashsal yang panjang seperti Al-Waqi’ah, Ath-Thur, Qaf dan mufashal yang pendek seperti At-Takwir, Az-Zalzalah dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An Naqas). Beliau juga membaca Surah Ar-Ruum, Yasin, ash-Shaffât. Pada shalat shubuh hari jum’at beliau membaca surah As-Sajdah dan Al-Insan. Dalam shalat dhuhur…

Doa Menghafal Al Quran

Kita memohon kepada Allah Swt. yang membolak-balikan hati untuk memberi kita taufik dan hidayah dalam menghafal Al-Qur’an. Sebab segala usaha yang kita lakukan untuk menjadi seorang hafizh tidak akan terwujud tanpa pertolongan dari Allah. Kita bisa meminta kepada Allah dengan sepenuh pinta dan ketundukan, menggunakan bahasa yang kita bisa. Ada sebuah doa yang sangat bagus dari Rasulullah Saw. Imam At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah doa tentang doa menghafal Al-Qur’an. Berikut ini doanya اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّيَ. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَأَنْ…

Menikmati Pesona Ayat

Ada pesona yang luar biasa dalam rangkaian ayat-ayat ilahi, baik dalam pilihan kata, susunan kalimat, maupun kandungan makna. Abu Abdirrahman As-Sulami pernah berpesan, “Apabila kami mempelajari sepuluh ayat Al-Qur’an, kami tidak mempelajari sepuluh ayat sesudahnya hingga kami tahu dan paham tentang hukum halal dan haram yang ditunjukkan oleh ayat tersebut, serta perintah dan laranganya” Pengalaman saya dan juga berdasarkan nasehat guru-guru saya, ternyata menghafal Al-Qur’an dengan berusaha memahami makna ayat sebelumnya menghafal, akan sangat membantu memudahkan proses menghafal. Caranya sederhana, yang paling mudah adalah dengan membaca terjemahan Al-Qur’an sebelum menghafal. Lebih baik lagi bila kita bisa membaca tafsir singkat yang menjelaskan kata-kata Al-Qur’an, terutama yang asing maknanya bagi kita, seperti Tafsir Jalalain, atau Tafsir yang uraiannya sedikit lebih panjang, seperti Shafwatut Tafaasir. Kita bisa membaca tafsir ayat per ayat yang akan kita hafal. Lebih bagus kalau kita baca juga keterangan tentang surah yang akan kita hafal. Sebab rangkaian ayat dalam…

Fokus Belajar Tajwid

Dalam hal tajwid, sesungguhnya banyak hal yang penting untuk kita pelajari. Namun saya kira ada enam hal yang paling utama, yaitu: Pertama, mengetahui Makharijul Huruf, yaitu tempat keluarnya setiap huruf. Dalam hal ini ada lima tempat keluar huruf yaitu A-Halq (tenggorokan), Al Lisaan (lidah), Al-Jauf (rongga mulut), Asy-Syafatain (kedua bibir) dan Al-Khaisyum (rongga hidung). Di sini juga dipelajari tentang Tamaamul Adaa’ yaitu ketepatan pengucapan harakat fathah, dhammah dan kasrah. Kedua, mengetahui hukum Nun Sakinah dan Tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah. Dalam hal ada empat hukum yaitu Izhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa’ Ketiga, mengetahui hukum Mim Sakinah ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah. Dalam hal ada tiga hukum yaitu Izhar Syafawi, Idgham Mutamatsilain, dan Ikhfa’ Syafawi. Suasana Belajar di Kuttab bersama Ust Kusyaeni Keempat, mengetahui hukum Madd, yaitu panjang pendek bacaan sesuai ketentuannya. Dalam hal ini meliputi pembahasan dan hukum Madd Ashli dan Madd Far’i. Kelima, mengetahui kapan harus berhenti dalam…

Tilawah Dengan Tajwid

Menghafal Al Quran itu penting. Tapi membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar lebih penting daripada menghafal Al-Qur’an. Sebab tanpa tajwid yang benar, maka akan seorang pembaca Al-Qur’an akan terjatuh pada banyak kesalahan makna dan arti. Perintah untuk membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar ditegaskan Allah dalam Surah Al-Muzammil,وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا“dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.” (Al-Muzzammil: 4) Sahabat Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwa arti tartil dalam ayat ini adalah mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqaf (berhenti). Ibnu Al-Jazari menyatakan :Membaca Al-Qur’an dengan tajwid itu hukumnya wajib, siapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa. Karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur’an, dan dengan demikian pula Al-Qur’an sampai kepada kita” Untuk belajar tajwid perlu kesungguhan. Di zaman ini banyak kemudahan demi kemudahan yang bisa kita dapatkan, termasuk dalam belajar tajwid. Banyak buku yang sudah diterbitkan, banyak program yang mudah diakses, flash dan video tajwid, muhadharah para ulama, bimbingan tajwid via…

Khatam Al Quran

SahabatkuKapan terakhir kali khatam Al Quran? Sungguh banyak keutamaan yang didapatkan ketika kita tilawah Al Quran sampai khatam. Diantara keutamaan mengkhatamkan al-Qur’an sebagai berikut:a. Merupakan amalan yang paling dicintai Allah Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (H.r. At-Tirmidzi) b. Orang yang mengikuti khataman Al-Qur’an, seperti mengikuti pembagian ghanimah Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw. mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Al-Qur’an ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Al-Qur’an maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (H.r. Ad-Darimi) c. Mendapatkan doa/shalawat dari malaikatDari Mus’ab bin Sa’d, dari Sa’d bin Abi Waqas, beliau mengatakan, “Apabila…

Navigate