CATATAN

Al-Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan

Alangkah sedikitnya ilmu yang miliki dan alangkah beratnya zaman yang akan dihadapi kita dan anak-anak kita nanti. Dalam masa-masa yang berat itu kita tidak selamanya bisa mendampingi mereka. Bisa karena jauhnya jarak yang memisahkan antara kita dan mereka, atau bisa juga karena kemampuan kita yang semakin melemah seiring perjalanan waktu. Atau bisa juga anak-anak kita yang ingin mandiri dan tidak membutuhkan kita lagi. Maka dalam situasi dan kondisi yang sulit itu, biarlah Al-Qur’an yang menjadi penjaga mereka. Biarlah Al-Qur’an yang akan menjadi penerang hati mereka dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Syekh Abul Hasan Al-Mubarakfuri pernah menyatakan bahwa hati yang di dalamnya tidak terdapat Al-Qur’an menjadi hancur, itu karena hidupnya hati dengan iman dan bacaan Al-Qur’an. Keindahan batin dengan i’tikad yang benar dan tafakkur tentang nikmat Allah. Maka tanpa hal itu, hati kita menjadi hancur dan kosong melompong. Hati hancur lebur, karena kehilangan ruhnya. Cerdas otaknya menjadi sia-sia saat di hatinya…

Keutamaan Penghafal Al Quran

Biarlah Anak-anak Kita Meraih Keutamaannya Ayah Bunda yang Budiman… Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi banyak memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Dan tentunya orang yang paling diuntungkan dengan hadits-hadits ini adalah para penghafal Al-Qur’an. Sebab mereka tidak hanya membacanya, tapi juga berusaha menghafalnya. Tidak hanya membacanya sekali, tapi melakukanya dengan berkali-kali. Maka betapa bahagianya kita bila kita berusaha menghafal kitab suci yang mulia ini dan mendorong anak anak kita untuk menghafalnya. Diantara keutamaan-keutamaannya yang bisa diperoleh oleh anak anak kita saat mereka mampu menghafal Al-Qur’an: 1. Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu Umamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim) 2. Mendapatkan predikat insan terbaik. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) 3. Mendapatkan pahala akan…

Biarlah Al Quran Yang Membimbing Anak Kita

Biarkanlah Al-Qur’an Yang Membimbingnya Ayah Bunda… Alangkah sedikitnya ilmu yang miliki dan alangkah beratnya zaman akan dihadapi anak-anak kita nanti. Dalam masa-masa yang berat itu kita tidak selamanya bisa mendampingi mereka. Bisa karena jauhnya jarak yang memisahkan antara kita dan mereka, atau bisa juga karena kemampuan kita yang semakin melemah seiring perjalanan waktu. Atau bisa juga anak-anak kita yang ingin mandiri dan tidak membutuhkan kita lagi. Maka dalam situasi dan kondisi yang sulit itu, biarlah Al-Qur’an yang menjadi penjaga mereka. Biarlah Al-Qur’an yang akan menjadi penerang hati mereka dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Syekh Abul Hasan Al-Mubarakfuri pernah menyatakan bahwa hati yang di dalamnya tidak terdapat Al-Qur’an menjadi hancur, itu karena hidupnya hati dengan iman dan bacaan Al-Qur’an. Keindahan batin dengan i’tikad yang benar dan tafakkur tentang nikmat Allah. Maka tanpa hal itu, hati kita menjadi hancur dan kosong melompong. Hati hancur lebur, karena kehilangan ruhnya. Cerdas otaknya menjadi sia-sia…

Berbakti Kepada Anak

Dari sekian juta manusia di dunia ini, kita yang dipilih oleh Allah untuk menerima amanah ini, sekaligus memberi kita kesempatan untuk mengukir kehidupannya. Imam Al-Ghazali pernah berkata, “Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka ia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya kedua orangtuanya akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya” “Namun apabila ia dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan seperti hewan, pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit ke leher orang yang seharusnya bertanggungjawab atasnya dan menjadi walinya. Bukankah Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya. Kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani” Akan kita bawa kemana anak-anak kita? Mereka terlahir dalam keadaan tidak tahu apa…

Mahkota Kemuliaan

Ayah Bunda… Pernahkah sekali kita membayangkan hari itu? Hari di tengah kerumunan manusia di padang mahsyar dan tiba-tiba diberikan kemuliaan oleh Allah Swt. di hadapan seluruh makhluk. Allahu Akbar…! Ya…Saat itu mahkota kehormatan itu akhirnya jadi milik kita… Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! Hari itu sangat mendebarkan, membanggakan, sekaligus membahagiakan. Yaitu saat nama kita dipanggil di hari kiamat di hadapan seluruh umat manusia sejak Nabi Adam sampai manusia terakhir yang hidup di dunia. Nama kita disebut dengan penuh penghormatan dan kemuliaan, kita dipakaian pakaian dan mahkota kehormatan yang terang benderang, cahayanya mengalahkan cahaya matahari. Kita terkejut dan terheran-heran mendapatkan karunia yang luar biasa ini. Apa gerangan amal ibadah yang telah aku lakukan sampai bisa mendapatkan penghargaan yang hebat dan prestisius ini…? Ternyata kita bisa mendapatkan penghargaan disebabkan oleh prestasi kita mengantar anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Inilah sesungguhnya prestasi yang seharusnya menjadi obsesi tertinggi setiap orang tua. Dalam masa kebersamaan yang tidak…

Menikmati Tahajjud

عن عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ، وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كَتَبَ مِنَ القَانِتِيْنَ وَمَنْ قَامَ بِألْفِ آيَةٍ كَتَبَ مِنَ الْمُقَنْطِرِيْنَ. رواه أبو داود Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra. Ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa bangun malam membaca sepuluh ayat, maka ia tidak dicatat sebagai golongan orang-orang yang lalai. Dan barangsiapa bangun malam membaca seratus ayat, maka ia dicatat sebagai golongan orang-orang yang patuh. Dan barangsiapa membaca seribu ayat, maka ia dicatat sebagai golongan orang-orang berharta banyak.” (H.r. Abu Dawud dan HR Ibnu Khuzaimah) Salah satu cara untuk Khatam Al Quran terbaik adalah melalui shalat tahajjud. Dalam hadits ini Rasulullah memberikan gambaran mengenai kategori orang yang bangun di tengah malam. Ada orang yang dikategorikan sebagai bukan orang yang lalai, yaitu bilamana di tengah malam ia membaca sekurangnya…

Doa Menghafal Al Quran

Kita memohon kepada Allah Swt. yang membolak-balikan hati untuk memberi kita taufik dan hidayah dalam menghafal Al-Qur’an. Sebab segala usaha yang kita lakukan untuk menjadi seorang hafizh tidak akan terwujud tanpa pertolongan dari Allah. Kita bisa meminta kepada Allah dengan sepenuh pinta dan ketundukan, menggunakan bahasa yang kita bisa. Ada sebuah doa yang sangat bagus dari Rasulullah Saw. Imam At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah doa tentang doa menghafal Al-Qur’an. Berikut ini doanya اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّيَ. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَأَنْ…

Menikmati Pesona Ayat

Ada pesona yang luar biasa dalam rangkaian ayat-ayat ilahi, baik dalam pilihan kata, susunan kalimat, maupun kandungan makna. Abu Abdirrahman As-Sulami pernah berpesan, “Apabila kami mempelajari sepuluh ayat Al-Qur’an, kami tidak mempelajari sepuluh ayat sesudahnya hingga kami tahu dan paham tentang hukum halal dan haram yang ditunjukkan oleh ayat tersebut, serta perintah dan laranganya” Pengalaman saya dan juga berdasarkan nasehat guru-guru saya, ternyata menghafal Al-Qur’an dengan berusaha memahami makna ayat sebelumnya menghafal, akan sangat membantu memudahkan proses menghafal. Caranya sederhana, yang paling mudah adalah dengan membaca terjemahan Al-Qur’an sebelum menghafal. Lebih baik lagi bila kita bisa membaca tafsir singkat yang menjelaskan kata-kata Al-Qur’an, terutama yang asing maknanya bagi kita, seperti Tafsir Jalalain, atau Tafsir yang uraiannya sedikit lebih panjang, seperti Shafwatut Tafaasir. Kita bisa membaca tafsir ayat per ayat yang akan kita hafal. Lebih bagus kalau kita baca juga keterangan tentang surah yang akan kita hafal. Sebab rangkaian ayat dalam…

Fokus Belajar Tajwid

Dalam hal tajwid, sesungguhnya banyak hal yang penting untuk kita pelajari. Namun saya kira ada enam hal yang paling utama, yaitu: Pertama, mengetahui Makharijul Huruf, yaitu tempat keluarnya setiap huruf. Dalam hal ini ada lima tempat keluar huruf yaitu A-Halq (tenggorokan), Al Lisaan (lidah), Al-Jauf (rongga mulut), Asy-Syafatain (kedua bibir) dan Al-Khaisyum (rongga hidung). Di sini juga dipelajari tentang Tamaamul Adaa’ yaitu ketepatan pengucapan harakat fathah, dhammah dan kasrah. Kedua, mengetahui hukum Nun Sakinah dan Tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah. Dalam hal ada empat hukum yaitu Izhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa’ Ketiga, mengetahui hukum Mim Sakinah ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah. Dalam hal ada tiga hukum yaitu Izhar Syafawi, Idgham Mutamatsilain, dan Ikhfa’ Syafawi. Suasana Belajar di Kuttab bersama Ust Kusyaeni Keempat, mengetahui hukum Madd, yaitu panjang pendek bacaan sesuai ketentuannya. Dalam hal ini meliputi pembahasan dan hukum Madd Ashli dan Madd Far’i. Kelima, mengetahui kapan harus berhenti dalam…

Khatam Al Quran

SahabatkuKapan terakhir kali khatam Al Quran? Sungguh banyak keutamaan yang didapatkan ketika kita tilawah Al Quran sampai khatam. Diantara keutamaan mengkhatamkan al-Qur’an sebagai berikut:a. Merupakan amalan yang paling dicintai Allah Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (H.r. At-Tirmidzi) b. Orang yang mengikuti khataman Al-Qur’an, seperti mengikuti pembagian ghanimah Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw. mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Al-Qur’an ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Al-Qur’an maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (H.r. Ad-Darimi) c. Mendapatkan doa/shalawat dari malaikatDari Mus’ab bin Sa’d, dari Sa’d bin Abi Waqas, beliau mengatakan, “Apabila…

Sudah Tilawah Hari Ini?

Sudah tilawah hari ini? Tolong jangan sampai ada waktu hari yang terlewatkan tanpa membaca Al-Qur’an. Sebab inilah kitab yang menjadi penyejuk hati kita dan membuatnya selalu hidup. Sehari tanpa Al-Qur’an membuat hati mudah diserbu oleh berbagai penyakit. Tidak ada lagi benteng dan scanner yang menghalangi masuknya berbagai virus dan kehidupan. Saya kenal ada satu pondok tahfiz di Kota Solo, santrinya tidak diperbolehkan menghafal Al-Qur’an kecuali setelah khatam tilawah 40 kali terlebih dahulu. Tujuannya agar bacaannnya lancar dan menghafalnya menjadi jauh lebih mudah. Apa sih artinya menghafal?Bagi saya menghafal itu adalah proses menyimpan hasil penglihatan dan pendengaran. Maka semakin banyak kita membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, insya Allah akan semakin cepat pula kita menghafal Al-Qur’an. KH. Muhaimin Zen dalam buku beliau Metode Pengajaran Tahfiz Al-Qur’an menyatakan bahwa sebelum memulai menghafal Al-Qur’an, dianjurkan sekurang-kurangnya sudah pernah tamat membaca Al-Qur’an 7 kali dengan bacaan yang fasih, baik, benar dan bertajwid sehingga dalam pelaksanaan menghafal…

Mengenal 3 Istilah Qiraat

Ada 3 istilah🌱 Qiraat (variasi bacaan)🌱 Riwayat (riwayat)🌱 Thariq (jalan/jalur) 10 Qiraat Shughra artinya:10 variasi bacaan. Setiap qiraat ada dua riwayat. Setiap riwayat ada satu jalur. Jadinya:🌱 Jumlah Qiraat: 10🌱 Jumlah Riwayat: 20🌱 Jumlah Thariq: 20 10 Qiraat Kubro artinya:10 variasi bacaan. Setiap qiraat ada dua riwayat. Setiap riwayat ada 2 jalur, dan setiap jalur itu ada dua jalur riwayat lain. Jadinya:🌱 Jumlah Qiraat: 10🌱 Jumlah Riwayat: 20🌱 Jumlah Thariq: 80 Ibnul Jazari bilang Thariq hampir seribu dalam thaibatunnasyrباثنين فى اثنين و الا اربع # فهى زها الف طريق تجمع Contoh:🌱Qiraat: Ashim🌱Riwayat: Hafsh dan Syu’bah🌱Thariq Hafsh: dari jalur Asy Syathibiyah, Thaibatunnasyr, Amr bin Ash Shabah, Al Fiil, Al Humaami, Al Misbah, dan lainnya Umumnya bacaan yang kita baca saat ini di Indonesia :🌱 Qiraat: Ashim🌱 Riwayat: Hafsh🌱 Thariq: Asy Syathibiyah 10 ımam Qiraat

Lebih Waspada dan Hati-hati

Tulisan ini pertama-tama saya tujukan kepada diri saya sendiri sebelum sampai kepada Anda. Semoga Allah Swt. berkenan mengampuni dosa-dosa saya yang menggunung tinggi sampai menutupi hati dan pikiran. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang senantiasa kembali kepada-Nya, selalu membersihkan diri mereka, dan menjadi hamba-hamba-Nya yang shaleh. Sahabatku,Pernahkan Anda menghafal Al-Qur’an dengan lancar, tapi setelah beberapa waktu ternyata hafalan itu sudah terlupakan, atau bahkan tidak ada sama sekali lagi yang tersisa? Ketauhilah, dilupakan hafalan Al-Qur’an adalah salah dosa besar dan itu terjadi akibat kemaksiatan atau kedurhakaan yang kita lakukan. Imam Adh-Dhahhak bin Muzahim berkata, “Tak seorang pun yang mempelajari Al-Qur’an kemudian melupakannya, kecuali karena dosa yang dilakukannya. SebabAllah berfirman,“dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syuura: 30) Dan sesungguhnya lupa Al-Qur’an termasuk musibah yang besar.Sungguh dosa itu adalah kotoran bagi jiwa. Ketika kita ingin menghafal Al-Qur’an,…

Menghadirkan Quran

Laksana sebuah jurus silat yang handal, hafalan Al-Qur’an akan bermanfaat bila diamalkan. Bila tidak, ia hanya akan menjadi sekedar koleksi pengetahuan namun tidak akan membawa banyak manfaat dalam kehidupan. Penting untuk kita ingat selalu, bahwa menghafal Al-Qur’an bukan untuk sekedar aksesoris pribadi, agar tampak keren dan hebat di mata orang lain, atau untuk meraih prestasi dan keinginan tertentu. Sungguh Al-Qur’an jauh lebih mulia dari semua itu. Al-Qur’an yang kita hafal adalah kalamullah. Kita menghafalnya untuk kita amalkan dan berharap semoga rahmat dan kasih sayang Allah turun menghampiri kita karena kita berusaha menghafal kitabnya yang mulia. Misalnya saat bertemu dengan ayat tentang anjuran berinfak, maka berusahalah menginfakkan sebagian apa yang kita miliki, dengan mengingat-ingat ayat yang berisi perintah berinfak itu. Seperti ayat-ayat yang terdapat di beberapa halaman pertama juz tiga. Saat menyantuni anak yatim, ingat-ingatlah ayat tentang menyantuni anak yatim seperti yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 220. Ketika terbetik keinginan…

Pengaruh Psikologis Hafal Quran

Beragama kemuliaan akan selalu didapatkan oleh penghafal Al Quran. Selain manfaat spiritual yang luar biasa ini, menghafal Al-Qur’an memberikan ketenangan hati yang luar biasa. Jiwa tentram dan nyaman. Kebahagian yang hebat terasa terutama sewaktu kita dapat menghafal ayat demi ayat, lebih-lebih ketika kita menyelesaikan khatam hafalan Al-Qur’an. Sungguh ada rasa bahagia yang luar biasa dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Ada sebuah informasi menarik kita dapatkan dari Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’. Setelah melalukan penelitian di Riyadh, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa menghafal Al-Qur’an dapat menambah daya imunitas tubuh. Beliau juga menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikologis. Pelajar dan Mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an memiliki tingkat kesehatan psikologis yang jauh lebih baik. Selain itu ada sejumlah manfaat yang dapat dirasakan ketika menghafal Al-Qur’an, antara lain: pikiran yang jernih, kekuatan memori, ketenangan dan stabilitas psikologis, senang…

Navigate