TADABBUR

Sebab Sejahtera Bukan Hanya Milik Orang Kaya – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarul Faruq Abubakar, Lc., M.HI مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَىۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡ‌ۚ “Apa saja harta rampasan [fai-i] yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu” QS. Al Hasyr: 7 Fai’ adalah harta yang diperoleh karena ditinggalkan begitu saja oleh musuh tanpa melalui perang dan mengerahkan pasukan. Persis seperti harta Bani Nadhir yang mereka tinggalkan begitu saja setelah dikepung 6 hari, tanpa ada perlawanan. Berbeda dengan pengelolaan harta zakat dan ghanimah yang sudah ada peruntukannya masing-masing dalam Al Quran, penguasaan dan kebijakan pengelolaan Fai’ diberikan sepenuhnya kepada Rasulullah. Pada saat itu, Rasul Saw mengambil kebijakan membagikan harta fai kepada…

Kabar Dari Langit – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ “(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang” QS. Yaassin: 5. Inilah Al Quran, rangkaian kata yang langsung turun dari langit, tertulis nyata di lembaran yang terjaga. Lembaran-lembaran suci yang hanya bisa disentuh oleh malaikat-malaikat yang suci. Diturunkan sebagai wahyu dari Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, disampaikan oleh penghulu malaikat yang kuat dan terpercaya, kepada Sang Nabi mulia dan terpuji di seluruh penjuru alam semesta. Inilah Al Quran, wujud kasih sayang Allah Ta’ala yang Maha Perkasa kepada manusia-manusia yang lemah dan terdaya. Ia hadir agar makhluk-makhluk yang lemah itu menjadi kuat dengan mengamalkan pesan-pesan suci yang ada. Ajaib, makhluk yang tak berdaya itu diberi kekuatan untuk membaca dan memahami kata-kata yang perkasa, padahal sesungguhnya ia sangat berat sampai mampu menghancurkan gunung berkeping-keping. Sangat beruntung, hati orang-orang beriman diberi kemampuan untuk menghimpunnya, menyimpannya, lalu memikulnya kemana-mana.…

Berlomba Menuju Surga – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah berlomba-lomba untuk memperolehnya. (QS. Al Mu’minun: 61) Kalau pernah ada perasaan, “Saya harus lebih baik dari dia” maka inilah saatnya. Berusaha perfeksionis, selalu nomor satu, lebih dari orang lain, itu terpuji kalau dalam akhirat. Pintar-pintarlah pilih “lawan standar” yang akan kita “kalahkan” dalam ibadah selama Bulan Ramadhan. Lawan tanding dalam ibadah artinya teman sejati dalam ketaatan. Seperti Umar bin Khathab yang memilih Abu Bakar sebagai lawan tandingnya dalam beribadah. Dalam berbagai keadaan, Umar selalu ingin mengalahkan Abu Bakar. Ketika mendengar Rasulullah memuji Abdullah bin Mas’ud, “Siapa yang membaca Al Quran dengan enak dan renyah seperti diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud,” Umar bin Khathab segera menemui Abdullah bin Mas’ud untuk memberitahu kabar gembira itu. Abdullah berterimakasih kepada Umar atas kabar itu, terlihat biasa dan tidak terlalu…

Kisah Para Pengkhianat – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ “Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang memiliki mata hati” QS. Al Hasyr: 02 Apa yang terjadi pada Yahudi Bani Nadhir seharusnya dapat menjadi pelajaran sepanjang masa tentang akhir dari sebuah pengkhianatan. Sejak awal datang ke Madinah, Rasulullah telah membuat kesepakatan damai dengan orang-orang Yahudi. Dalam butir kesepakatan itu, tercantum jaminan Rasulullah terhadap hak Kaum Yahudi dalam menjalani kehidupan pribadi mereka, memberi kebebasan ibadah, dan menjaga harta benda mereka. Namun, orang-orang Yahudi ini menyimpan kedengkian, kebencian, dan permusuhan terhadap Rasulullah. Mereka menyulut api permusuhan dan fitnah di kalangan kaum muslimin. Puncaknya adalah tahun 4 Hijriyah, ketika orang-orang Yahudi Bani Nadhir mencoba membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar, tepat di atas kepala Rasulullah saat berada di tempat mereka. Beruntung Malaikat Jibril datang dan memberi tahu rencana busuk tersebut, sehingga Rasulullah dapat menghindari rencana pembunuhan itu. Rasulullah segera ke…

Pilihan Saat Konflik – Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝١ Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” QS. Al Anfal: 1 Perbedaan pandangan dan selisih pemikiran hampir tidak bisa dihindari dalam hidup. Dari yang paling kecil sampai besar. Keilmuan, kedewasaan, dan etika seseorang benar-benar diuji saat perbedaan dan perselisihan itu datang, lebih-lebih ketika menyangkut kepentingan personal, keuntungan finansial, atau pengaruh sosial. Di zaman Rasul, persoalan harta rampasan perang pernah menjadi penyebab dan pemicu konflik kepentingan. Saat setiap orang merasa bahwa dialah yang paling berjasa, dia yang paling berjuang, dia yang sudah mengeluarkan banyak modal dan tenaga,…

Cemas Menanti Akhir – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ “Dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya” QS. Al Mu’minuun: 60. Kok bisa kita begitu yakin bahwa hidup kita bisa berakhir husnul khotimah? Kalau bukan karena rahmat Allah, karunia akhir yang baik itu tidak bisa kita dapatkan. Dengan segala amal yang pernah kita lakukan, apakah itu sudah cukup memancing turunnya rahmat Allah? Apakah bisa dipastikan sedikit amal itu diterima oleh Allah? Antara harap takut, itulah kondisi hati yang perlu kita hadirkan setiap waktu. Rasa takut adalah pendorong yang kuat untuk beramal. Itulah salah satu sifat orang beriman yang disebutkan dalam Surat Al Mu’minun. Mereka sudah melakukan banyak kebaikan, tetap dalam hati mereka tetap ada rasa takut, jangan-jangan amal mereka tidak diterima. Atau kalau pun…

Jalan Pintas Kebaikan – Tadabur Ramadhan

Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ Siapa yang datang membawa kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang datang membawa keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan). QS. Al An’am160: Alangkah beruntungnya orang yang di hari kiamat datang membawa kebaikan, sehingga timbangan amalnya berat ke kanan, dan akhirnya ia pun mendapat kehidupan yang memuaskan. Itu karena jalan-jalan kebaikan sungguh sangat banyak. Ada beberapa shortcut atau jalan pintas yang bisa kita lakukan untuk meraihnya. Kalau kita tahu, kita bisa melipatgandakan satu kebaikan sederhana. Baik Sejak Dalam Pikiran Kebaikan itu telah membawa keberkahan bagi pelakunya, bahkan ketika masih berada dalam pikiran. Apalagi ketika terwujud dalam kenyataan. Ketika ada orang yang berbagi dengan banyak orang, lalu hati kita berbisik, “kereen, saya ingin seperti itu juga,” maka…

Bertasbih Bersama Semesta : Tadabbur Surat Ash Shaff Ayat 1

Oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc. M.HI Tak hanya membersihkan fisik dari penyakit, rasanya kita perlu juga membersihkan hati dari dosa. Seperti penyakit yang berbahaya yang menggerogoti tubuh, dosa menjadi virus berbahaya yang menggerogoti hati. Membawa bau busuk dan akhirnya merusak mental sekaligus fisik, merusak jiwa sekaligus raga, secara individu maupun masyarakat dan lingkungan. Tentang efek dosa dan maksiat ini, Ibnul Qayyim membahas panjang lebar tentang hal ini dalam kitab beliau Ad Daa’ wa Ad Dawaa’ Repotnya, efek dosa ini tidak akan berhenti, terus menerus, dan sambung menyambung, melahirkan serial dosa berikutnya. Yang bisa memutus rangkaian paralel dosa ini hanyalah taubat. Selama belum bertaubat, seseorang akan bergelimang dalam dosa, hingga akhirnya celaka akibat dosanya sendiri. Sulitnya, rangsangan untuk berbuat dosa dapat hadir setiap detik dalam hidup. Kadang hanya melalui lintasan pikiran sesaat, bisikan hati yang melintas, gambar atau pemandangan tertentu, suara, atau bahkan bau dan aroma, mampu mengingatkan tentang banyak…

MATA AIR KEHIDUPAN

Tauhid dan pengesaan Allah Swt. adalah mata air kehidupan, sumber kebahagiaan dan produkifitas. Bila keyakinan ini semakin mendalam, maka kebahagiaan dalam hati akan semakin mengkristal, merasakan kedamaian dalam jiwa dalam keadaan apapun jua, hidup semakin produktif dan mengalirkan amal-amal dahsyat yang tak putus-putusnya. Keyakinan seperti apa…? Yaitu keyakinan bahwa Allah Swt. adalah Rabbunnâs dan Ilâhunnâs. Rabb manusia dan Tuhan sesembahan manusia. Rabb itu berarti pengatur alam semesta. Dialah yang memberi kita makanan dan minuman, mengatur kehidupan setiap makhluk, membagi rezeki, yang memberi kekuatan, yang mengatur bumi dan seisinya, dan mengatur alam semesta. Sementara Ilâhunnâs adalah Tuhan sesembahan manusia. Yaitu keyakinan bahwa hanyalah Allah Swt. sesembahan yang benar. Hanya kepada-Nya kita hadapkan hati sepenuhnya. Pengakuan sebenarnya dari La ilaaha illallah bahwa tidak ada yang disembah selain Allah, menghapuskan sesembahan lainnya. Pengakuan yang menghapuskan penghambaan kepada sesama manusia, membawa diri ke puncak kemanusiaannya, menghapuskan perbudakan dalam bentuk apapun. Tidak menghamba kepada harta,…

DAHSYATNYA LA ILÂHA ILLALLÂH

“Wahai Sekalian Manusia, Katakanlah tidak ada tuhan selain Allah, kalian pasti beruntung” (HR. Ahmad) Pembaca yang budiman.. Selamat datang di Lautan Tauhid. Sebelum meneruskan membaca, marilah sama-sama kita berseru, Ya Allah.. Ya Allah…! Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin kencang menerjang, semua penumpang kapal akan naik dan menyeru: “Ya Allah!” Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya dan para kafilah bingung menentukan arah perjalananya, mereka menyeru : “Ya Allah!” Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!” Ketika pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan orang-orang mendesah: “Ya Allah” Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru : “Ya Allah!” Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati, adalah hanya…

DOA YANG PALING UTAMA

Ucapan Alhamdulillah adalah ungkapan pengakuan kekurangan sebagai hamba. Ucapan ini adalah pengakuan bahwa diri ini tidak mampu berbuat apa-apa, tidak akan mendapatkan apa-apa jika bukan karena karunia Allah Swt. Alhamdulillah… Segala puji bagi Allah.. Hanya dia yang patas mendapatkan pujian, sebab hanya dari-Nya semua karunia berasal. Tidak ada kesuksesa yang bisa diraih tanpa pertolongannya. Dialah pengendali alam semesta. Dia yang mengatur alam malaikat, alam manusia, alam jin, alam binatang, galaksi, tata surga, dan seluruh kehidupan yang ada di jagat raya. Alhamdulillah.. Segala puji Allah.. Inilah ungkapan kepasrahan dan penyerahan diri. Menisbatkan seluruh nikmat hanya kepada Allah. Bukan karena kepintaran diri, bukan karena papa mama dan keluarga, bukan karena otak yang cemerlang, harta yang banyak, atau jaringan yang luas. Segala kesuksesan itu semata-mata karena pertolongan Allah. Dialah Maha Pemberi dan terus memberi walau kita bersikap durhaka kepada-Nya. Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah.. Inilah ungkapan optimisme dan harapan. Dialah Rabb, yang memberi,…

KESEHATAN DAN KEAFIATAN

Saudaraku, punya dua mata, telinga, dan lengkap panca indra adalah karunia. Pikirkan dan Syukurilah! Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. {Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggupmenghitungnya.}(QS. Ibrahim: 34) Sahabatku, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannyaAllah menjauhkan kita dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit kita yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan…

BELAJAR DARI JAGAD RAYA

Pandanglah ke atas sana, perhatikan langit yang membentang luas dengan megah. “Dia yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” Di balik kemegahan dan kesempurnaannya itu, Dia menghiasinya dengan berbagai keindahan. Sebuah pemandangan luar biasa yang sering sekali kita lewatkan karena serbuan berbagai kesibukan. “Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu” *** Sementara bumi yang kita pijak saat ini tidak kalah hebat…

UNTAIAN KATA YANG PALING UTAMA

Pernahkah kita menghitung jumlah kata yang pernah kita ucapkan? Kalau belum, mungkin kita bisa mencoba bersama-sama seperti yang sering dilakukan oleh Yahya bin Mua’adz, seorang ulama dari kalangan tabi’in. Sampai kini, entah berapa ratus ribu jumlah kata yang kita keluarkan sejak bangun pagi sampai tidur lagi. Begitu mudah lisan ini berucap, bahkan seringkali tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Ketika kata belum keluar, ia masih menjadi tawanan kita. Tapi setelah kata itu keluar, kitalah yang menjadi tawanannya. Kita akan menjadi tawanan kata-kata buruk yang kita ucap tanpa sadar, bahkan kata-kata itu akan menjadi penyebab celaka. Kita tidak tau, di antara puluhan juta kata yang sudah terlompat dari lisan kita selama hidup ini, mana di antara kata itu yang akan membawa kita ke puncak surga, atau justru di antara kata itu ada yang menyebabkan kita tercampakkan ke jurang neraka. Apalagi kalau sampai berbohong atau menceritakan kejelakan orang lain dengan maksud agar kawan-kawannya tertawa;…

PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

Orang yang terbaik bukanlah orang yang tak punya dosa. Tetapi yang terbaik adalah orang yang berdosa lalu bertaubat dan kembali kepada Tuhannya. Namun bagaimana bila dosa itu sangat melimpah sebanyak buih di lautan? Akankah terampuni…? Ya Allah… Bila mengingat dosa, maka alangkah malu rasanya diri ini dengan tumpukan dosa yang menggunung tinggi dan melangit luas. Iblis memang benar-benar membuktikan sumpahnya di hadapan Allah saat ia diusir dari surga: ia akan bersungguh-sungguh menggelincirkan anak cucu adam dari kiri, kanan, depan dan belakang. Ia dan bala tentara setan bekerja keras dengan cerdas untuk menggiring sebanyak-sebanyak manusia untuk kelak menjadi temannya di neraka. Maka tidak heran, orang yang melakukan dosa itu sebenarnya ia tau dan benar-benar menyadari itu dosa, tapi tetap aja dia kerjakan. Sebab ada nikmat di sana. Semua jadi tampak indah dipandang mata. Godaan syahwat wanita menjadi salah satu senjata terampuh yang terbukti mampu menundukkan banyak orang dan membuat mereka tak…

Navigate