TADABBUR

Jebakan Waktu Jeda – Tadabur Harian

Pada akhirnya, fisik kita akan menemukan caranya sendiri untuk beristirahat. Dan istirahat itu hanya akan menjadi nikmat setelah sebelumnya didahului oleh kerja keras. Kalau pesan Al Quran: { فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ } “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)” [Surat Al-Insyirah: 7] Setelah selesai satu pekerjaan, segera bersungguh-sungguh melakukan pekerjaan berikutnya. Jebakannya adalah waktu jeda diantara dua pekerjaan, yang kadang kala membuyarkan fokus dan menghilangkan momentum. Paling mudah di saat itu adalah ambil Handphone. Kenyataannya: HP yang ada di tangan kita saat ini, dapat menjadi teman terbaik dalam bekerja, sekaligus bisa membuat terlena dengan media sosial yang menggoda. Maka Tetaplah waspada… Tetaplah aktif… Tetaplah produktif.. Teruslah bergerak… Lanjutkan bekerja… Biarlah diri ini mendapatkan istirahat yang terbaik saat ia membutuhkannya, setelah ia melakukan kerja-kerja terbaiknya… Ingatlah pesan Buya Hamka: “Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi…

Dua Akses Sunnatullah – Tadabur Harian

Apapun keadaan kita saat ini, Insya Allah masih bisa ditingkatkan menjadi jauh lebih baik. Kita tetap bersyukur, sambil kita memperhatikan karunia Allah yang pernah ada, untuk meningkatkan pengharapan kepadaNya. Misalnya dalam hal ekonomi dan finansial. Dalam hal gaji, ketentuan UMR (Upah Minimum Regional) di Indonesia dari 2 juta sampai 5 juta perbulan. Kalau di Singapura, UMRnya 5000 dollar Singapura (Sekitar 58 juta) perbulan. Rencananya tahun 2025 ditingkatkan menjadi 5600 dollar Singapura (sekitar 65 juta) perbulan. Apakah mungkin kita bisa seperti itu? Sangat mungkin. Dulu sudah pernah saat Kerajaan Mataram Islam. Upah minimum kuli dan buruh kasar dalam sebulan saat itu adalah sekitar 18 juta rupiah. Kalau guru atau pegawai, lebih dari itu. Apalagi di Era Mataram Kuno. Seperti disebutkan di Prasasti Palempangan yang tersimpan di Museum Purbakala Jawa Tengah, bahwa gaji terendah saat itu adalah 1 kati atau setara dengan 750 gram emas saat ini. Silahkan hitung sendiri itu jadi…

Hadir Menebar Salam

Sebelumnya, saya tidak habis pikir; apa manfaatnya sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma datang ke pasar hanya untuk mengucapkan salam kepada pedagang-pedagang yang ada di sana? Kini saya mendapatkan pelajaran, bahwa memang pasar itu tidak hanya untuk urusan duit. Tetapi di pasar itu juga ada ukhuwah dan persaudaraan. Ini seperti kita datang ke pameran, mampir ke toko, atau warung tetangga, hanya untuk ketemu dengan teman dan sahabat yang ada di sana. Sambil mengumpulkan brosur, bertukar informasi terbaru, dan bertanya kabar Ada banyak kemanfaatan lainnya, yang bahkan lebih daripada hanya sekedar urusan jual beli, untung rugi, atau manfaat-manfaat duniawi. Rasa keikutsertaan, kepedulian, kehadiran hati, dan dukungan moril dengan kehadiran kita di tempat saudara kita, merupakan sesuatu yang sungguh sangat berarti. Ini saya rasakan sendiri dalam momentum Indonesia muslim Expo (IMEx) 2024, di pasar rakyat, maupun pada beberapa momentum kebersamaan lainnya. Kehadiran kita di stand milik saudara kita, memberikan kebahagiaan tersendiri, walaupun akhirnya…

Tak Pernah Henti Meminta

Saat keluar masjid, kita dianjurkan memohon limpahan nikmat dan karunia. Allahumma inni as’aluka min fadhlika… Ya Allah aku memohon dari limpahan karuniaMu Doa ini seiring dengan perintah agar setiap selesai shalat kita segera bertebaran di muka bumi, mencari karunia itu, yang memang hanya bisa kita dapatkan saat Allah mengizinkan kita untuk mendapatkannya. Karunia itu bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, pengaruh sosial, karir yang melesat, bisnis yang berkembang, lembaga yang semakin besar, atau peluang-peluang kemuliaan di masa depan. Begitu terbetik ada rasa kagum, menganggap hebat, atau mungkin ada sedikit iri dengan karunia yang ada pada orang lain; misalnya ada kawan di usia yang tidak jauh beda ternyata dia lebih melesat karirnya, lebih banyak karyanya, lebih populer namanya, lebih banyak uangnya, lebih dalam ilmunya, atau kelebihan lainnya, maka segeralah baca doa ini: Allahumma inni as’aluka min fadhlika… Ya Allah aku memohon dari limpahan karuniaMu Itulah cara untuk meraih karunia dengan tetap…

Sendiri Di Tengah Keramaian- Tadabur Harian

Di tengah keriuhan grup grup WA dan media sosial, kita tetap sendiri. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, kita pun tetap sendiri. Dengan perasaan, pemikiran, takdir, dan jalan hidup kita sendiri. Beruntung kita punya Al Quran yang jadi pedoman, dan Rasulullah yang menjadi tuntunan, dalam menjalani kesendirian itu. Kelak kita pun akan mati sendiri, kembali kepada Allah sendiri, dan mempertanggungjawabkan amal di hadapanNya sendiri-sendiri { وَكُلُّهُمۡ ءَاتِیهِ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ فَرۡدًا } “Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat” [Surat Maryam: 95] Anak, istri, suami, sahabat, dan lainnya hanya pemeran pembantu. Aktor utama adalah diri sendiri dalam film kehidupan kita pribadi. Segala potensi, fasilitas, kelebihan, dan kekurangan yang kita miliki saat ini, adalah bekal kita untuk menjalani jalan hidup kita sendiri. Sebagaimana karunia Allah yang diberikan kepada orang lain, adalah bekal untuk menjalani kehidupan mereka sendiri. Ketika ada kelebihan dari orang lain, dan tidak kita miliki,…

Membenahi Masa Lalu – Tadabbur Harian

Setiap kali ingat masa lalu, ingatlah istighfar. Itulah yang dapat menambal kekurangan dalam amal dan meringankan kekhilafan dalam tindakan. Istighfar, dalam beragam variasi lafaznya, dapat menjadi penawar atas pahitnya masa lalu, dan sakitnya masa dahulu. Kesalahan dan kekhilafan, sadar atau tidak, memberi dampak buruk di masa kini. Ibnu Abbas radhiallahu anhu pernah berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah, cahaya pada hati, kekuatan badan, kecintaan di hati manusia.” “Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.” Seperti virus yang daya rusaknya menyebar dengan cepat, istighfar adalah anti virus yang sangat kuat dalam menghentikan dan mematikan virus itu. Tidak hanya menghentikan, tetapi bahkan memberikan tambahan kekuatan akal, hati dan fisik . Tidak hanya menyehatkan, tetapi memberikan kebugaran. Tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga mengubah dosa-dosa itu menjadi pahala, saat ucapan istighfar itu diiringi oleh…

Segera Tanpa Perantara- Tadabur Harian

Ayat ini memang menakjubkan. {ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ } “Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” [Surat Ghafir: 60] Ud’uni Astajib Mintalah, langsung Aku beri. Segera, tanpa perantara. Seakan-akan yang ada hanya aku dan Dia. Dan memang demikian. Urusan hidup kita ini, pertanggungjawabannya langsung kepada Allah. Kalau mau meminta, mintalah langsung kepadaNya. Langsung, tanpa perantara. Hidup kita jauh lebih simpel. Pikiran kita lebih sederhana. Satu-satunya yang perlu kita pikirkan, hanyalah bagaimana agar Istijabah benar-benar terjadi. Bagaimana agar Allah ridha pada segala apa yang kita lakukan. Ketika proses istijabah antara kita dan Dia terjadi; kita memenuhi perintahNya dan Dia memenuhi permintaan kita, maka alam semesta ini hanya sebab untuk mewujudkan permintaan yang terkabulkan itu. Ya Allah, saya merasa kesulitan, mudahkanlah… Ya Allah, saya banyak masalah, bantulah… Ya Allah, saya sakit, sembuhkanlah… Ya Allah, saya tidak punya, berilah… Ya Allah….. Sungguh, Dia Maha Penyayang kepada hamba yang merengek meminta kepada Nya (@umarulfaruq.abubakar)

Tirai Gaib Masa Depan – Tadabbur Harian

Ingat masa depan, ingatlah hauqalah. Yaitu ucapan Lâ haula walâ quwwata illâ billâh.. “Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah.” Sebab ada tirai gaib yang tidak bisa ditembus, yang memisahkan antara masa kini dan masa depan itu, kecuali dengan pertolongan Allah. Dalam Kitab Al Hikam, Ibnu Athaillah As Sakandari pernah menyatakan: Sawâbiqul Himam Lâ Takhriqu Aswâral Aqdâr “Harapan-harapan yang cepat melaju, tak akan dapat menerobos pagar-pagar takdir yang berlaku.” Maka biarlah momentum itu datang ke hadapan. Ketentuan Allah sudah tertulis pasti, tidak perlu buru-buru dipercepat hadir di sini. { أَتَىٰۤ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُ} “Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya.” [Surat An-Nahl: 1] Seperti momentum Fathu Makkah yang dipercepat dari waktu perkiraan seharusnya. Salah satu butir perjanjian Hudaibiyah tahun 6 Hijriah, adalah perjanjian gencatan senjata antar kaum muslimin dan Quraisy Mekah selama 10 tahun lamanya. Artinya, untuk penaklukan kota Mekah minimal 10…

Tak Henti Menguatkan Hati – Tadabbur Harian

Ketika orang-orang menyalahkan setan yang menggoda, sehingga membuat mereka masuk neraka, setan hanya bilang: “Dulu saya cuma mengajak. Kalian sendiri yang mau. Jangan salahkan saya. Salahkan diri kalian kenapa dulu mau” Padahal ajakan setan itu sebetulnya lemah. Hati kita yang mungkin terlalu lemah, sehingga ajakan yang sangat lemah dan lirih itu pun mampu menundukkan hati ini. Maka sungguh kita betul betul perlu penguatan. Sebagaimana dulu Rasulullah mendapatkan penguatan melalui wahyu. {كَذَ ٰ⁠لِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ} “Demikianlah,agar Kami memperteguh hatimu dengannya” [Surat Al-Furqan: 32] Kita benar-benar butuh penguatan hati. Supaya hati ini kokoh, tidak mudah tergelincir kepada syahwat, atau terjerumus kepada syubhat. Dan penguatan itu ada pada tilawah dan tadabbur Al Quran… Btw, sudah tilawah belum hari ini? Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc. M.HI

Sebab Sejahtera Bukan Hanya Milik Orang Kaya – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarul Faruq Abubakar, Lc., M.HI مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَىۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡ‌ۚ “Apa saja harta rampasan [fai-i] yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu” QS. Al Hasyr: 7 Fai’ adalah harta yang diperoleh karena ditinggalkan begitu saja oleh musuh tanpa melalui perang dan mengerahkan pasukan. Persis seperti harta Bani Nadhir yang mereka tinggalkan begitu saja setelah dikepung 6 hari, tanpa ada perlawanan. Berbeda dengan pengelolaan harta zakat dan ghanimah yang sudah ada peruntukannya masing-masing dalam Al Quran, penguasaan dan kebijakan pengelolaan Fai’ diberikan sepenuhnya kepada Rasulullah. Pada saat itu, Rasul Saw mengambil kebijakan membagikan harta fai kepada…

Kabar Dari Langit – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ “(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang” QS. Yaassin: 5. Inilah Al Quran, rangkaian kata yang langsung turun dari langit, tertulis nyata di lembaran yang terjaga. Lembaran-lembaran suci yang hanya bisa disentuh oleh malaikat-malaikat yang suci. Diturunkan sebagai wahyu dari Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, disampaikan oleh penghulu malaikat yang kuat dan terpercaya, kepada Sang Nabi mulia dan terpuji di seluruh penjuru alam semesta. Inilah Al Quran, wujud kasih sayang Allah Ta’ala yang Maha Perkasa kepada manusia-manusia yang lemah dan terdaya. Ia hadir agar makhluk-makhluk yang lemah itu menjadi kuat dengan mengamalkan pesan-pesan suci yang ada. Ajaib, makhluk yang tak berdaya itu diberi kekuatan untuk membaca dan memahami kata-kata yang perkasa, padahal sesungguhnya ia sangat berat sampai mampu menghancurkan gunung berkeping-keping. Sangat beruntung, hati orang-orang beriman diberi kemampuan untuk menghimpunnya, menyimpannya, lalu memikulnya kemana-mana.…

Berlomba Menuju Surga – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah berlomba-lomba untuk memperolehnya. (QS. Al Mu’minun: 61) Kalau pernah ada perasaan, “Saya harus lebih baik dari dia” maka inilah saatnya. Berusaha perfeksionis, selalu nomor satu, lebih dari orang lain, itu terpuji kalau dalam akhirat. Pintar-pintarlah pilih “lawan standar” yang akan kita “kalahkan” dalam ibadah selama Bulan Ramadhan. Lawan tanding dalam ibadah artinya teman sejati dalam ketaatan. Seperti Umar bin Khathab yang memilih Abu Bakar sebagai lawan tandingnya dalam beribadah. Dalam berbagai keadaan, Umar selalu ingin mengalahkan Abu Bakar. Ketika mendengar Rasulullah memuji Abdullah bin Mas’ud, “Siapa yang membaca Al Quran dengan enak dan renyah seperti diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud,” Umar bin Khathab segera menemui Abdullah bin Mas’ud untuk memberitahu kabar gembira itu. Abdullah berterimakasih kepada Umar atas kabar itu, terlihat biasa dan tidak terlalu…

Kisah Para Pengkhianat – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis Oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ “Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang memiliki mata hati” QS. Al Hasyr: 02 Apa yang terjadi pada Yahudi Bani Nadhir seharusnya dapat menjadi pelajaran sepanjang masa tentang akhir dari sebuah pengkhianatan. Sejak awal datang ke Madinah, Rasulullah telah membuat kesepakatan damai dengan orang-orang Yahudi. Dalam butir kesepakatan itu, tercantum jaminan Rasulullah terhadap hak Kaum Yahudi dalam menjalani kehidupan pribadi mereka, memberi kebebasan ibadah, dan menjaga harta benda mereka. Namun, orang-orang Yahudi ini menyimpan kedengkian, kebencian, dan permusuhan terhadap Rasulullah. Mereka menyulut api permusuhan dan fitnah di kalangan kaum muslimin. Puncaknya adalah tahun 4 Hijriyah, ketika orang-orang Yahudi Bani Nadhir mencoba membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar, tepat di atas kepala Rasulullah saat berada di tempat mereka. Beruntung Malaikat Jibril datang dan memberi tahu rencana busuk tersebut, sehingga Rasulullah dapat menghindari rencana pembunuhan itu. Rasulullah segera ke…

Pilihan Saat Konflik – Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝١ Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” QS. Al Anfal: 1 Perbedaan pandangan dan selisih pemikiran hampir tidak bisa dihindari dalam hidup. Dari yang paling kecil sampai besar. Keilmuan, kedewasaan, dan etika seseorang benar-benar diuji saat perbedaan dan perselisihan itu datang, lebih-lebih ketika menyangkut kepentingan personal, keuntungan finansial, atau pengaruh sosial. Di zaman Rasul, persoalan harta rampasan perang pernah menjadi penyebab dan pemicu konflik kepentingan. Saat setiap orang merasa bahwa dialah yang paling berjasa, dia yang paling berjuang, dia yang sudah mengeluarkan banyak modal dan tenaga,…

Cemas Menanti Akhir – Serial Tadabur Ramadhan

Ditulis oleh Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ “Dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya” QS. Al Mu’minuun: 60. Kok bisa kita begitu yakin bahwa hidup kita bisa berakhir husnul khotimah? Kalau bukan karena rahmat Allah, karunia akhir yang baik itu tidak bisa kita dapatkan. Dengan segala amal yang pernah kita lakukan, apakah itu sudah cukup memancing turunnya rahmat Allah? Apakah bisa dipastikan sedikit amal itu diterima oleh Allah? Antara harap takut, itulah kondisi hati yang perlu kita hadirkan setiap waktu. Rasa takut adalah pendorong yang kuat untuk beramal. Itulah salah satu sifat orang beriman yang disebutkan dalam Surat Al Mu’minun. Mereka sudah melakukan banyak kebaikan, tetap dalam hati mereka tetap ada rasa takut, jangan-jangan amal mereka tidak diterima. Atau kalau pun…

Navigate