Mahkota Kemuliaan

Spread the love

Ayah Bunda…

Pernahkah sekali kita membayangkan hari itu? Hari di tengah kerumunan manusia di padang mahsyar dan tiba-tiba diberikan kemuliaan oleh Allah Swt. di hadapan seluruh makhluk.

Allahu Akbar…! 

Ya…Saat itu mahkota kehormatan itu akhirnya jadi milik kita…

Allahu Akbar..!

Allahu Akbar…!

Hari itu sangat mendebarkan, membanggakan, sekaligus membahagiakan. Yaitu saat nama kita dipanggil di hari kiamat di hadapan seluruh umat manusia sejak Nabi Adam sampai manusia terakhir yang hidup di dunia. Nama kita disebut dengan penuh penghormatan dan kemuliaan, kita dipakaian pakaian dan mahkota kehormatan yang terang benderang, cahayanya mengalahkan cahaya matahari.

Kita terkejut dan terheran-heran mendapatkan karunia yang luar biasa ini. Apa gerangan amal ibadah yang telah aku lakukan sampai bisa mendapatkan penghargaan yang hebat dan prestisius ini…?

Ternyata kita bisa mendapatkan penghargaan disebabkan oleh prestasi kita mengantar anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an.

Inilah sesungguhnya prestasi yang seharusnya menjadi obsesi tertinggi setiap orang tua. Dalam masa kebersamaan yang tidak lama, kita bisa mendorong anak anak kita melakukan apa yang terbaik mampu kita lakukan.

“Barang siapa membacaAl Quran dan mengamalkanya maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti,kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkanya (al quran)” ( HR.Ahmad,Abu Daud, Al Baihaqi dan Al Hakim ).

Betapa indahnya penghargaan itu…

anak-anak yang sedang akrab dengan Al Quran

Ketika anak kita yang sekolah PAUD atau TK hafal satu lagu baru dengan lancar dan menyanyikannya di hadapan teman-temannya kita merasa senang dan gembira luar biasa. Saat anak-anak meraih juara kelas, menang dalam perlombaan, berprestasi dalam berbagai kompetisi, selaku orang tua kita akan bangga yang luar biasa. Terlebih lagi saat kita mendapat hadian kehormatan di hari kiamat.

Visualisasi ini akan semakin menguat bila kita beriman kepada hari akhirat. Keyakinan kepada adanya hari kebangkitan dan hidup dalam keabadian akan semakin memicu kita untuk meraih tempat yang paling terhormat dan paling nyaman sebagai rumah kediaman kita selama-lamanya.

Ayah Bunda…

Masa depan anak kita adalah tanggungjawab kita sebagai orang tua. Tugas utama kita bukan sekedar memberi makan dan mengajari mereka membaca dan berhitung. Sungguh kita sedang berdakwah. Kita sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Maka jangan pernah meremehkan dakwah kepada anak-anak ini. Jika hatinya telah terikat dengan Islam, maka merekalah yang akan membawa panji panji Islam ini setelah dewasanya nanti. Namun bisa salah mendidik, bisa saja mereka akan menjadi beban berat umat, dan tidak mampu memberikan kontribusi apa-apa.

Sejak kecil kita akrabkan mereka dengan Al-Qur’an. Dan biarlah Al-Qur’an yang kelak akan menuntun mereka menyusuri jalan kehidupan yang berliku. Kita didik mereka sebagaimana para ulama dulu dididik, yaitu mengawalinya dengan pendidian Al-Qur’an.

Sebab hanya mereka yang di jiwanya ada Al-Qur’an yang bisa kita harapkan untuk berbuat yang terbaik bagi agama ini, bahkan jauh setelah kita tiada. Formulasinya tetap sama di sepanjang zaman: siapa yang menjadikan Al-Qur’an di hadapannya, maka Al-Qur’an akan menuntunnya menuju surga

Ayah Bunda

Mendidik anak dengan Al-Qur’an adalah sebuah pekerjaan mulia, maka marilah kita lakukan dengan sepenuh hati dan bersama sama

(Dikutip dari buku “Jurus Dahsyat Mudah Hafal Al Quran Untuk Anak” karya Umarulfaruq Abubakar)

Leave A Reply

Navigate