#ayodekatdenganquran

6 Posts Back Home

Kajian Kitab At Tibyan 2: Menyelami Makna Ikhlas

Resume Kajian Kitab At Tibyan Pertemuan ke-2 Sabtu, 27 Mei 2022 Pkl 19.30-20.30 WIB👇 Peserta: 118(z)+82(yt)= 200 BAB 4, ADAB PENGAJAR DAN PEMBELAJAR ALQURAN (hal 24-29 pd buku) ▪︎Berniat Mengharap Ridha Allah Semata Baik pengajar (guru) maupun pembelajar (murid), keduanya hanya berharap keridhaan Allah. Sebagaiman disebutkan dalam QS. Al Bayyinah ayat 5 dan hadits arbain yang ke-1, tentang niat yang ikhlas dalam beramal. Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya seseorang itu diberi, sesuai kadar niatnya.” Jadi seorang guru, seberapa berhasil proses pembelajarannya itu tergantung dgn seberapa ikhlasnya dlm mengajar murid2nya. Begitu juga seorang murid, seberapa besar keikhlasannya, kesungguhannya, tekadnya, azamnya dlm belajar, maka sebesar itulah ia akan mendapatkan pelajaran, akan menguasai apa yang ia pelajari. Semakin ikhlas, akan semakin mendapatkan yang diharapkan. Baik itu guru atau murid. Tentunya yang dimaksudkan keberhasilan di sini adalah yang dinilai di sisi Allah. Derajat di sisi Allah. Ikhlas adalah hanya menjadikan Allah satu2nya tujuan dlm…

Muqaddiman: Mengenal Kitab At Tibyan

Resume Kajian Kitab At Tibyan Pertemuan ke-1 Sabtu, 21 Mei 2022 Pkl 19.30-20.30 WIB👇 BAB 1-3 (MUQADDIMAH) Kitab At Tibyan karangan Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi merupakan kitab pegangan bagi setiap para penghafal alquran, pengkaji alquran, dan siapa saja yang ingin mendapatkan keberkahan alquran, maka kitab ini menjadi wajib dipelajari. Sebab bagaimanapun juga, ”al adab qoblal ilmi al iman qoblalquran” . Harus ada iman sebelum quran, harus ada adab sebelum ilmu dan itulah yg akan menjadi kajian kitab ini. Usia kitab ini sudah sekitar 800 tahun. Tapi sampai sekarang masih tetap bertahan dan dipelajari di seluruh dunia. Di kitab ini diterangkan banyak hal. Kitab ini mencakup 10 bab pembahasan tentang adab berinteraksi dengan alquran. Bab 1 Keutamaan Pembaca dan Pembawa/Pembelajar Alquran Keutamaan tilawah alquran Sebagaimana dlm surat Fathir ayat 29-30, ”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur`ān) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian dari rezeki…

DAHSYATNYA KALIMAH THAYYIBAH

“Sesungguhnya kata-kata yang baik itu sedekah” (HR. Bukhari-Muslim) Berawal dengan kata-kata, berakhir dengan hidup-mati Kata adalah penyebabnya. Ia bisa membuat seseorang hidup bahagia, atau dapat pula mendatangkan derita sengsara. Tanpa sadar, dengan kata-katanya seorang dapat naik ke surga yang paling tinggi, atau bisa juga tercampakkan ke jurang neraka yang paling dalam. Selama 13 tahun di Mekah, Rasulullah Saw. berjuan menegakkan kalimat tauhid, bertahan dalam perjuangan lalu akhirnya membawa cahaya baru di seluruh penjuru. Kata-kata tauhidi itu menjada kata pemersatu, kata dakwah, kata perjuangan, kata penghambaan. Dzikir adalah kata-kata. Namun menjadi berbeda dan luar biasa karena ia dinisbatkan kepada Allah Swt. Untuk menjadi kafir, “cukup” dengan kata-kata saja. Begitu pula untuk melaksanakan nikah, talak, jual beli, dan berbagai transaksi, semua hanya dengan kata kata. Untaian kata membuat segalanya berubah; yang haram menjadi halal, yang tidak boleh menjadi boleh, yang boleh menjadi tidak, semua hanya dari kata-kata. Kata adalah utusan jiwa dan…

KEBERKAHAN YANG MELIMPAH RUAH

Pagi-pagi kita sudah keluar rumah menuju tempat kerja atau ke kampus untuk kuliah. Jarak dari rumah dan tempat kerja ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Atau di waktu lain kita berangkat dengan menggunakan mobil atau bis penumpang. Pertanyaan saya, apa yang anda lakukan saat 30 menit berada di atas kendaraan itu? Saya sendiri merasa banyak kehilangan waktu saat berada di atas kendaraan ini. Apalagi bila perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam. Dalam kendaraan itu biasanya gerak terbatas, lebih-lebih ketika harus menyetir sendiri. Untuk menghabiskan waktu, biasanya digunakan untuk bercerita dengan teman atau tidur. Padahal dalam kondisi ini kita punya pilihan terbaik terbaik untuk memanfaatkan waktu yaitu dengan berzikir dan berfikir. Dalam kondisi apapun kita bisa berdzikir kepada Allah. Dengan pelan dan lirih kita bisa terus mengucapkan: Astaghfirullahal azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaihi… Astaghfirullahal azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa…

DAHSYATNYA ISTIGHFAR

“Barangsiapa yang membiasakan beristighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap kesempitan, memberikan kemudahan dalam setiap kesusahan, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Daud) Pembaca yang budiman… Dulu selama beberapa waktu lamanya Bani Israil pernah dilanda bencana yang teramat sangat. Hujan lama tak turun, kelaparan melanda rakyat di seluruh negeri. Mereka pun meminta kepada Nabi Musa untuk memohon kepada Allah agar menurunkan hujan. Nabi Musa kemudian mengumpulkan semua penduduk di tanah lapang dan mengajak mereka berdoa bersama. Sepenuh harap mereka meminta agar Allah menurukan hujan. Namun hujan tidak turun juga. Mereka terus berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan” Hujan masih tetap tak kunjung turun juga. Allah berfirman kepada Nabi Musa, “Musa, hujan tidak turun karena di antara kalian orang yang bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun. Karena keburukan maksiatnya, aku mengharamkan hujan dari langit untuk kalian semua” Allah kemudian memerintahkan supaya orang itu dikeluarkan dari daerah tersebut.…

SUMBER KEKUATAN HATI DAN FISIK

Ucapan La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim ini juga bisa menjadi sumber kekuatan, baik kekuatan hati maupun kekuatan fisik. Ketika kita sudah menyerahkan diri kepada Allah, seraya menyandarkan segala kepada kekuatan Allah yang tak terbatas, maka segalanya akan menjadi hebat. Sebab tak ada yang tak mungkin bagi Allah Swt. Ia pun sudah berjanji akan membantu dan menjamin keperluan seseorang yang telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Allah sayang dan cinta kepada orang-orang yang bertawakkal dan mengembalikan kekuatan kepada Allah. Hubaib bin Salamah adalah seoarang yang terkenal gagah perkasa di medan perang. Ia mampu berperang dengan kekuatan dahsyat, mengalahkan banyak musuh, dan meruntuhkan benteng-benteng pertahanan. Ternyata rahasia di balik kekuatan itu adalah kebiasaannya mengucapkan hauqalah. Suatu hari, pasukan kaum muslimin pernah menyerang benteng pasukan romawi yang terkenal sangat kuat itu. Pasukan kaum muslimin terdesak. Mereka tidak kuat menahan gempuran pasukan Romawi. Di tengah perang yang berkecamuk, bergemuruhlah ucapan hauqalah ini.…

Navigate