CATATAN

PANGGILAN CINTA DARI ILAHI

Allahu Akbar Allahu Akbar…. Asyhadu An La Ilaha illallah Asyhadu An La Ilaha illallah Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah Hayya ‘Alashhalah Hayya ‘Alashhalah Hayya ‘Alal Falah Hayya ‘Alal Falah Allahu Akbar Allahu Akbar La Ilaha illallah Suara itu membelah kesunyian dan menggema dari berbagai penjuru. Bersahut-sahutan dari satu ke mesjid ke mesjid yang lain. Alunan merdu lantunan azan menjadi pertanda waktu shalat telah tiba. Itulah saatnya seorang hamba mengistirahatkan dirinya dari kepenatan duniawi, hiruk pikuk pekerjaan yang tidak berujung, dan kesibukan-kesibukan lain yang menuntut banyak tenaga, waktu dan pikiran. Panggilan itu bukan panggilan biasa. Itu adalah undangan dari Allah Swt, Sang Pemilik alam semesta. Susunan kalimatnya mengandung makna yang sangat mendalam dan seharusnya mengingatkan seseorang tentang prinsip kehidupannya. Panggilan itu bukan sekedar untaian kata yang dikuamndangkan dari mesjid-mesjid tanpa makna arti. Mungkin karena terlalu sering mendengar, maka setiap kali suara azan itu terdengar ucapan yang terdengar adalah “Oh sudah…

MULAI DARI PIKIRAN DAN PERASAAN

Pembaca yang budiman… Saat ini telah banyak dikaji kekuatan berpikir dan berjiwa besar. Betapa pikiran mempunyai kekuatan dahsyat dalam mengarahkan perjalanan hidup kita. Segala tindakan manusia selalu berawal dari pikirannya. Kata Ibnul Qayyim, pakar psikologi Islam, menyatakan bahwa setiap tindakan berawal dari lintasan pikiran. Lintasan pikiran akan menghasilkan keinginan. Keinginan yang dirawat akan berubah menjadi tekad. Dari tekad kemudian lahir tindakan, dan tindakan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter dan kebiasaan. William James, bapak psikologi modern, juga menyatakan bahwa perbedaan antara para briliyan dengan orang orang biasa bukan pada sifat atau pada bakat yang dimiliki. Perbedaan antara dua golongan manusia ini terletak atas bagaimana ia memusatkan pikiran dan berkonsentrasi pada hal-hal utama yang ingin dicapainya. Kesadaran batin adalah kekuatan dahsyat yang pengaruhnya terasa dalam setiap aspek kehidupan. Sesungguhnya itulah bagian dari diri kita yang paling penting dan utama, dan itulah penyebab utama kesuksesan atau kegagalan kita. Demikian tutur John…

DAHSYATNYA TAKBIR

“hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (Al-Baqarah: 185) Belajar Dari Hamba Sahaya “Wahai putraku, aku tidak pernah merasa terhina seperti ketika berhadapan dengan Atha bin Abi Rabah” kata Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Waktu itu Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik melakukan haji dengan kedua puteranya. Pada saat thawaf, beliau mencari seseorang dan menemukannya di sebuah sudut di Masjidil Haram, sedang khusyuk beribadah. Orang tersebut tua dan kurus. Kulitnya hitam. Hidungnya pesek. Jika ia berdiri, ia nampak seperti seekor gagak hitam. Khalifah menghampiri orang tua tersebut, menunggunya selesai dari shalat. Satu shalat selesai, lalu dilanjutkan dengan shalat berikutnya, dan Khalifah masih saja menunggu. Begitu orang tua itu salam, Sang Khalifah segera mendekat. Orang tua itu hanya menyambut kedatangan Khalifah dengan biasa saja, tanpa penghormatan khusus. Kedua putera Khalifah semakin heran. Khalifah mendekat, mengucap salam, menanyakan berbagai hukum Islam. Orang tua itu menjawab semua pertanyaan Khalifah…

AKHIR HIDUP YANG BAHAGIA

Kalau diberi kesempatan untuk menentukan usia, Anda mau hidup sampai usia berapa? 60 tahun? 70 tahun? 85 tahun? 100 tahun? 120 tahun? Berapapun….. Setelah mencapai usia itu lalu apa lagi? Ujung-ujungnya hidup tetap akan berakhir. Kematian menanti setiap insan. Sebuah kepastian yang tak dapat dipungkiri. Gerbang akhir kehidupan itu akan terus terbuka dan semua orang pasti akan memasukinya. Lihatlah anggota keluarga kita yang ada saat ini? Diantara mereka siapakah yang setahun yang lalu, beberapa bulan yang lalu atau beberapa hari yang lalu masih bersama kita, namun kini telah tiada. Entah itu ayah, ibu, anak, suami, istri, ataupun sanak saudara. Masih terbayang senyum manis mereka saat bercengkrama, obrolan akrab penuh canda, melakukan sesuatu bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Tapi kini dimanakah mereka? Hanya kenangan yang tersisa. Batu pusara menjadi saksi bahwa mereka pernah menjadi penduduk dunia. Kita pun akan seperti itu. Kematian bukan hanya milik orang lain. Suatu ketika ia akan…

Menjadikan Semua Kerja Menjadi Lebih Bermakna

Hati ini akan terasa lebih tenang dan damai bila kita menyadari bahwa tidak usaha kita selama ini tidak ada satupun yang sia-sia. Semua ada ganjarannya, semua ada hasil dan konsekuensinya. Tak perlu berteriak-teriak agar diketahui orang banyak. Tak perlu mencari perhatian agar mendapatkan pujian dan sanjungan. Tak perlu menunggu simpati dan ucapan terimakasih. Zat yang Maha Melihat itu selalu memperhatikan dengan saksama, mengawasi setiap gerak gerik dengan sempurna, senang kepada hamba-hamba-Nya yang menebar manfaat, murka kepada mereka yang tak henti bermaksiat. Imam Hasan Al-Banna pernah menyatakan; bahwa sesungguhnya harta paling bernilai dalam gerakan perjuangan islam adalah mereka orang-orang yang luar biasa namun tidak terkenal. Ia nafkahkan harta terbaik yang ia miliki, ia berikan tenaga yang ia punyai, ia korbankan waktunya yang paling berharga. Apabila ia datang, ia tidak dikenal. Apabila tak datang, tak ada yang mencari. Ia sengaja menjauh dari kemasyhuran dan ketenaran. Sedikit berbicara, banyak beramal. Ia percaya, bahwa…

Kata-kata Cinta dan Ketundukan

Setelah kita menyadari betapa hebat dan luar biasanya Rabb kita, Allah Swt. semestinya dari sini muncullah rasa cinta dan ketundukan. Sesungguhnya inilah kalimat cinta. Melalui Lailaaha illallah kita mengikrarkan bahwa tidak ada sesembahan selain Allah. Hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada memohon pertolongan. Hanya kepadanya kita menautkan hati, melabuhkan cinta sekaligus mengharapkan cinta-Nya. Bagaimana kita tidak cinta Zat yang memberikan karunia kepada kita dengan melimpah, memberikan fasilitas penglihatan, pendengaran, anggota tubuh lengkap, yang bekerja dalam sebuah sistem yang sangat rumit. Bagaimana kita tidak cinta kepada Zat yang memberi kita uang, memberikan kita peluang, membuka pintu-pintu rezeki, memudahkan kita mencapai prestasi, menyediakan kesempatan untuk berbisnis, menjadikan keluarga kita harmonis, membantu kita di kala duka, menyelamatkan kita dari petaka. Dia yang selalu memberi dan membersamai, Dia pula yang selalu kita durhakai. Terang-terangan melanggar perintahNya, padahal saat itu kita tau Dia melihat kita. Kesadaran diri terhempas, oleh dorongan nafsu yang menghantam keras.…

KEMERDEKAAN ITU MULAI DARI SINI

Jauh sebelum ada Magna Carta tahun 1215, sebelum Amerika mengumumkan Declaration of Independence tahun 1776, sebelum PBB mengumumkan Universal Declaration of Human Rights tahun 1948, Islam semenjak awal, semenjak tahun 600-an, telah mengumandangkan seruan kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan bagi umat manusia. Ucapan La ilaaha illallah adalah deklarasi kemerdekaan seorang manusia, bebas dari segala belenggu nafsu, merdeka dari penindasan jiwa, dan kezaliman orang-orang yang lebih kuat. Semenjak tumbuhnya di Mekkah, Islam telah menentang penindasan masyarakat kuat terhadap masyarakat lemah. Jauh sebelum berbagai bangsa menyatakan tidak pada perbudakan, jauh sebelum perbudakan dihapuskan secara total dari muka bumi, Islam telah memberikan anjuran yang kuat untuk membebaskan para budak. Islam menginginkan agar tidak ada penghambaan seorang hamba kepada hamba yang lainnya. Yang ada hanyalah penghambaan kepada Pencipta dan Penguasa Seluruh Hamba, yaitu Allah Swt. Ketika perang Qadisiyah, Sa’ad bin Abi Waqqash memerintahkan Rabi’ bin Amir untuk menghadap Rustum, panglima perang Persia. Rustum bertanya kepada…

DAHSYATNYA LA ILÂHA ILLALLÂH

“Wahai Sekalian Manusia, Katakanlah tidak ada tuhan selain Allah, kalian pasti beruntung” (HR. Ahmad) Pembaca yang budiman.. Selamat datang di Lautan Tauhid. Sebelum meneruskan membaca, marilah sama-sama kita berseru, Ya Allah.. Ya Allah…! Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin kencang menerjang, semua penumpang kapal akan naik dan menyeru: “Ya Allah!” Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya dan para kafilah bingung menentukan arah perjalananya, mereka menyeru : “Ya Allah!” Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!” Ketika pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan orang-orang mendesah: “Ya Allah” Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru : “Ya Allah!” Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati, adalah hanya…

DOA YANG PALING UTAMA

Ucapan Alhamdulillah adalah ungkapan pengakuan kekurangan sebagai hamba. Ucapan ini adalah pengakuan bahwa diri ini tidak mampu berbuat apa-apa, tidak akan mendapatkan apa-apa jika bukan karena karunia Allah Swt. Alhamdulillah… Segala puji bagi Allah.. Hanya dia yang patas mendapatkan pujian, sebab hanya dari-Nya semua karunia berasal. Tidak ada kesuksesa yang bisa diraih tanpa pertolongannya. Dialah pengendali alam semesta. Dia yang mengatur alam malaikat, alam manusia, alam jin, alam binatang, galaksi, tata surga, dan seluruh kehidupan yang ada di jagat raya. Alhamdulillah.. Segala puji Allah.. Inilah ungkapan kepasrahan dan penyerahan diri. Menisbatkan seluruh nikmat hanya kepada Allah. Bukan karena kepintaran diri, bukan karena papa mama dan keluarga, bukan karena otak yang cemerlang, harta yang banyak, atau jaringan yang luas. Segala kesuksesan itu semata-mata karena pertolongan Allah. Dialah Maha Pemberi dan terus memberi walau kita bersikap durhaka kepada-Nya. Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah.. Inilah ungkapan optimisme dan harapan. Dialah Rabb, yang memberi,…

KESEHATAN DAN KEAFIATAN

Saudaraku, punya dua mata, telinga, dan lengkap panca indra adalah karunia. Pikirkan dan Syukurilah! Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. {Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggupmenghitungnya.}(QS. Ibrahim: 34) Sahabatku, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannyaAllah menjauhkan kita dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit kita yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan…

KEAMANAN DAN KEDAMAIAN

Di sini, di negara kita Indonesia, kita bisa makan dengan enak, tidur dengan nyenyak. Pergi bekerja dengan senang, pulang kerja dengan hati yang riang. Di kantor banyak rekan-rekan kerja yang penuh semangat, di sekolah bertemu dengan teman-teman yang rajin, saling membantu dan bertukar informasi, wajah penuh senyuman itu begitu ramah ketika menyapa. Kita pun bisa kemana saja dengan sesuka hati tanpa ada teror pembunuhan, rudal, senjata, dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti itu sungguh kita berada dalam kenikmatan. Tapi tidak demikian di tempat-tempat yang lain. Kita mungkin pernah mendengar di banyak tempat terjadi banyak kekacauan, perampokan, pencurian, penodongan, atau pengrusakan akibat tawuran dan perkelahian. Anda sendiri mungkin pernah mengalami. Betapa tidak enaknya hidup dalam ketakutan seperti itu. Betapa sengsara kondisi negara-negara lain yang tidak mengalami keamanan selama bertahun-tahun lamanya. Terutama kondisi negara-negara muslim yang didera konflik dalam negeri, seperti Suriah, Irak, Darfur, Libya, dan terutama Palestina. Mereka merasakan duka nestapa…

TIGA NIKMAT UTAMA

Pembaca yang budiman.. Sungguh kita berada dalam nikmat yang besar dan tak putus-putusnya. Kalau sekarang kita merasa menderita dan sengsara di tengah lautan nikmat yang banyak ini, mungkin karena terlalu tinggi angan-angan sehingga tidak sempat nikmat yang datang, atau karena kita tidak pernah puas dengan karunia. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan At-Thabarani, bahwa Rasulullah Saw..pernah bersabda: مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ , فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا “Barang siapa yang berpagi-pagi; kehidupannya aman, badannya sehat walafiat, , ada makanan untuk hari itu, maka sungguh telah diberikan padanya kehidupan dunia” (HR. At-Tirmidzi). Bahagia itu sederhana, asal kita mau bersyukur atas setiap nikmat. Syukur memberi kita ruang untuk menikmati setiap karunia ini tanpa harus menunggu masa depan. Kita tidak lagi tergantung dengan hasil akhir, sebab kita bisa menikmati saat ini dengan penuh bahagia. Kalau pun hasil akhir datang sesuai harapan, maka bertambah…

BELAJAR DARI JAGAD RAYA

Pandanglah ke atas sana, perhatikan langit yang membentang luas dengan megah. “Dia yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” Di balik kemegahan dan kesempurnaannya itu, Dia menghiasinya dengan berbagai keindahan. Sebuah pemandangan luar biasa yang sering sekali kita lewatkan karena serbuan berbagai kesibukan. “Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu” *** Sementara bumi yang kita pijak saat ini tidak kalah hebat…

UNTAIAN KATA YANG PALING UTAMA

Pernahkah kita menghitung jumlah kata yang pernah kita ucapkan? Kalau belum, mungkin kita bisa mencoba bersama-sama seperti yang sering dilakukan oleh Yahya bin Mua’adz, seorang ulama dari kalangan tabi’in. Sampai kini, entah berapa ratus ribu jumlah kata yang kita keluarkan sejak bangun pagi sampai tidur lagi. Begitu mudah lisan ini berucap, bahkan seringkali tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Ketika kata belum keluar, ia masih menjadi tawanan kita. Tapi setelah kata itu keluar, kitalah yang menjadi tawanannya. Kita akan menjadi tawanan kata-kata buruk yang kita ucap tanpa sadar, bahkan kata-kata itu akan menjadi penyebab celaka. Kita tidak tau, di antara puluhan juta kata yang sudah terlompat dari lisan kita selama hidup ini, mana di antara kata itu yang akan membawa kita ke puncak surga, atau justru di antara kata itu ada yang menyebabkan kita tercampakkan ke jurang neraka. Apalagi kalau sampai berbohong atau menceritakan kejelakan orang lain dengan maksud agar kawan-kawannya tertawa;…

PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

Orang yang terbaik bukanlah orang yang tak punya dosa. Tetapi yang terbaik adalah orang yang berdosa lalu bertaubat dan kembali kepada Tuhannya. Namun bagaimana bila dosa itu sangat melimpah sebanyak buih di lautan? Akankah terampuni…? Ya Allah… Bila mengingat dosa, maka alangkah malu rasanya diri ini dengan tumpukan dosa yang menggunung tinggi dan melangit luas. Iblis memang benar-benar membuktikan sumpahnya di hadapan Allah saat ia diusir dari surga: ia akan bersungguh-sungguh menggelincirkan anak cucu adam dari kiri, kanan, depan dan belakang. Ia dan bala tentara setan bekerja keras dengan cerdas untuk menggiring sebanyak-sebanyak manusia untuk kelak menjadi temannya di neraka. Maka tidak heran, orang yang melakukan dosa itu sebenarnya ia tau dan benar-benar menyadari itu dosa, tapi tetap aja dia kerjakan. Sebab ada nikmat di sana. Semua jadi tampak indah dipandang mata. Godaan syahwat wanita menjadi salah satu senjata terampuh yang terbukti mampu menundukkan banyak orang dan membuat mereka tak…

Navigate